19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Terkait Insiden Pedagang Ikan, Bintang-Salmaza Telepon Bupati dan Wabup Aceh Selatan

...

  • SUDIRMAN
  • 15 May 2019 21:00 WIB

Bintang-Salmaza. Foto dok portalsatu/Sudirman
Bintang-Salmaza. Foto dok portalsatu/Sudirman

SUBULUSSALAM -  Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E., bersama Wakil Wali Kota Drs.  Salmaza, M.A.P., mengaku sudah menghubungi Bupati Aceh Selatan H. Azwir dan Wakil Bupati Amran terkait insiden yang melibatkan pedagang ikan dari Bakongan dan Subulussalam, Selasa, 14 Mei 2019 kemarin. 

Salmaza menghubungi  Bupati Aceh Selatan Azwir, namun tidak tersambung karena sedang dalam perjalanan dari Kota Subulussalam menuju Aceh Selatan. Sebelumnya Azwir berada di Subulussalam  menghadiri acara pelantikan Bintang-Salmaza.

Kerena tak tersambung dengan Azwir, Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang mencoba menghubungi Wakil Bupati Aceh Selatan Amran yang sedang berada di Jakarta.

Salmaza menyebutkan komunikasi ini terus dilakukan supaya masing-masing pihak bisa menahan diri dan hal semacam ini tidak terulang kembali.

Apalagi, kata Salmaza, insiden ini terjadi saat proses pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam periode 2019-2024. Salmaza berharap tidak ada pihak tertentu yang sengaja menciptakan kondisi ini di momen pelantikan mereka berlangsung.

Salmaza mengatakan persoalan pedagang ikan sudah selesai setelah tercapainya kesempatan dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan pedagang ikan dari Bakongan. 

"Sudah selesai, kita sudah kasih tempat untuk mereka berjualan ikan jalan menuju SMP Muhammadiyah di belakang rumah makan awak awai," kata Salmaza kepada portalsatu.com, Rabu, 15 Mei 2019, petang.

Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Simpang Kiri, Kota Subulussalam, mengaku telah menerima laporan atas dugaan penganiayaan terhadap pedagang ikan dari Bakongan, Aceh Selatan.

"Korban hari ini kami terima laporan polisinya. Untuk korban pemukulan hari ini baru satu LP yang kita terima," kata Kapolsek Simpang Kiri Iptu RJ. Agung Partomo dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Simpang Kiri, Rabu, 15 Mei 2019.

Ia menjelaskan laporan itu terkait pelanggaran diatur dalam pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan. Kapolsek  Agung Partomo menegaskan proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara profesional. 

Agung menyebutkan, kenapa kasus ini baru ditindaklanjuti sekarang, karena sebelumnya korban tidak membuat laporan kepada polisi, hanya masalah ganti rugi ikan setelah diobrak abrik dalam insiden yang terjadi , Selasa, 14 Mei kemarin.

Kapolsek Simpang Kiri menambahkan saat ini kondisi sudah kondusif. Ia berharap semua pihak, khususnya para pedagang ikan dapat menahan diri jangan sampai insiden ini terulang kembali.

"Imbauan kepada pedagang ikan untuk menahan diri, jangan sampai ini terulang kembali, kita sama-sama cari rezeki," ungkap Kapolsek Simpang Kiri.

Sebelumnya, seratusan pedagang ikan dari Aceh Selatan melakukan aksi unjuk rasa memprotes insiden pemukulan yang dialami sejumlah pedagang iklan dari Bakongan di Jalan Teuku Umar, Kota Subulussalam, Selasa, 14 Mei 2019 kemarin.

Amatan portalsatu.com, Rabu, 15 Mei 2019, seratusan massa penjual ikan dari Aceh Selatan datang ke Subulussalam menggunakan armada berbagai jenis seperti truk colt diesel, pickup L300 dan sejumlah mobil jenis minibus Avanza.

Setibanya di Desa Tangga Besi tepatnya di depan kantor Polres Subulussalam persiapan, aksi massa ini dihentikan aparat kepolisian yang sudah standby di lokasi.

Massa yang sebelumnya berencana menjumpai pedagang ikan di pasar tradisional Subulussalam, akhirnya terhenti di kantor Polres persiapan. Sempat terjadi ketegangan antara massa dengan petugas kepolisian saat massa ingin menerobos dengan berjalan kaki ingin menuju pajak ikan.

Sejumlah pihak kepolisian terlihat berupaya membendung aksi massa agar tidak sampai ke pajak ikan. Setelah terjadi negosiasi, akhirnya pedagang ikan kembali ke halaman kantor Polres. 

Sejumlah perwakilan massa penjual ikan dari Aceh Selatan menggelar pertemuan bersama Dandim Aceh Singkil Letkol Inf Winarko S Ag, Kabag Ops Polres Aceh Singkil AKP Erwin, Camat Simpang Kiri Abdurrahmansyah, Polsek Simpang Kiri Iptu RJ. Agung Partomo dan Sekretaris Disperindagtamkop di kantor Polres Subulussalam persiapan .

Dalam pertemuan itu, perwakilan pedagang meminta pelaku pemukulan pedagang ikan dari Bakongan agar diproses sesuai aturan hukum yang berlaku(BacaPolisi Terima Laporan Pemukulan Pedagang Ikan?)[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.