22 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Terkait Tanah Waqaf Milik Aceh di Saudi Arabia, Ini Kata Rafli Kande

...

  • portalsatu.com
  • 10 March 2018 23:21 WIB

BANDA ACEH - Anggota DPD RI asal Aceh yang membidangi kebudayaan, agama dan ekonomi kreatif, Rafli Kande, turut menyorot rencana Pemerintah Indonesia yang hendak mengelola Baitul Asyi di Mekkah. Dia menyarankan pemerintah pusat untuk menggunakan jasa pemerintah Aceh jika memang memiliki itikad baik untuk ikut terlibat dalam mengembangkan Baitul Asyi.

"Kenapa tidak lewat pemerintah Aceh saja dengan segala kekhususan Aceh, baik secara otonom di Negara Kesatuan Republik Indonesia atau kekhususan dalam surat wakaf yang menjadi pegangan Mahkamah Agung Arab Saudi," ujar Rafli melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Sabtu, 10 Maret 2018.

Rafli yang pernah berkunjung ke Baitul Asyi pada musim haji lalu mendapat informasi bahwa penghasilan wakaf Habib Bugak itu mencapai lebih Rp18 miliar pada tahun 2017. Dana sebesar itu kemudian diperuntukkan kepada jamaah haji Aceh dan kaum pelajar Aceh yang menutut ilmu di Arab Saudi. Pemberian dana dari hasil tanah wakaf ini sejalan dengan surat wakaf Habib Bugak, tokoh saudagar Aceh yang dermawan.

"Jika pemerintah Indonesia ingin fokus menginvestasikan dana haji ke Arab Saudi, baik sektor perhotelan dan lainnya dengan dana haji atau kerja sama dengan IDB yang bertujuan mengurangi risiko nilai tukar atau valuta asing dan memiliki nilai yang lebih tinggi, kan tidak mesti di Baitul Asyi yang selama ini sudah sangat bagus manajemennya dan sudah didapatkan manfaat real oleh masyarakat Aceh saat haji dan mengenyam ilmu pendidikan di sana," kata Rafli lagi.

Dia menilai jika pemerintah Indonesia hanya melirik pada Baitul Asyi, maka terkesan ingin memperoleh yang mudah saja. Hal ini sulit mendapat kepercayaan dari masyarakat Aceh dengan tawaran manfaat apapun dari pemerintah Indonesia. "Lantaran beberapa sejarah masa lalu," kata Rafli.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.