23 May 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Terkait Truk Pengangkut Batu Gajah di Pidie, YARA Ultimatum Dishub

...

  • ZAMAH SARI
  • 13 February 2018 08:30 WIB

Direktur YARA, Safaruddin, SH. @ZAMAH SARI
Direktur YARA, Safaruddin, SH. @ZAMAH SARI

SIGLI - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengultimatum Dinas Perhubungan Kabupaten Pidie dan Aceh Stop truk pengangkut material batu gajah proyek pantai pelangi. Pasalnya, truk besar pengangkut batu gajah tersebut sudah merusak kontruksi jalan kota dan menganggu pengguna jalan.

Hal itu dikatakan Direktur YARA, Safaruddin, SH kepada portalsatu.com, Senin 12 Februari 2018 sebagai bentuk protes kesemrautan dan kerusakan jalan kota akibat lalu lalang mobil truk berbadan besar dengan muatan batu gajah yang diambil dari bukit Seulawah, kawasan Kecamatan Muara Tiga, Pidie.

"YARA ultimatum Dishub baik Pidie maupun Aceh untuk segera menyetop pengangkutan batu gajah jalan kota. Dishub jangan buang badan, karena izin penggunaan jalan dikeluarkan Dishub," kata Safar yang mengaku terkejut melihat belasan truk pengangkut batu gajah lalu lalang dijalan kota tanpa menghiraukan pengguna jalan lainnya.

Bahkan, Safar yang kebutulan melewati jalan perkotaan mengaku, selain kontruksi jalan rusak, juga truk itu tanpa menutup material yang tentunya sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Ditambah lagi debu berterbangan dan berserakan di badan jalan.

Anehnya, meski ada kritikan dan keluhan warga, namun pemerintah seperti menganggap angin lalu. Disini dirinya melihat pemerintah atau Dishub lebih mementingkan proyek itu ketimbang keselamatan jalan dan masyarakat.

"Jika memang tidak ada rute lain, Dishub harus dapat mengatur, pengangkutan batu gajah dilakukan malam hari, pagi harus dihentikan. Pagi hingga sore jalan digunakan masyarakat untuk beraktivitas serta anak - anak sekolah. Jangan seperti ini, truk material berlomba saat jam sibuk," kritik Safar yang mengaku jika tidak digubris akan disomasi termasuk akan mengugat.

Sementara untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dia juga meminta ketegasan dalam melaksanakan tugas. Jika pengambilan batu gajah masuk dalam kawasan hutan lindung harus segera distop.

"Jangan hanya membangun taman untuk memperindah kota merusak  alam dan ekosistem termasuk manusa yang berada di sekita lokasi pengambilan," imbuh Safaruddin.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.