27 March 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Terkait Utang Luar Negeri, KMPAN: PAD Aceh Rendah, Ini Fatal

...

  • SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
  • 28 October 2016 15:30 WIB

BANDA ACEH - Sekretaris Koordinator KMPAN, Rizki Maulana, menyebutkan pinjaman atau hibah yang diterima Pemerintah Aceh tidak seperti masyarakat pikirkan selama ini. Pasalnya, pinjaman atau hibah dalam bentuk apapun akan berakibat kewajiban di masa yang akan datang.

"Permasalahannya, jika dilihat dari data, Pendapatan Asli Daerah rendah, total utang sebelumnya juga bertumpuk, ini fatal," kata Rizki Maulana, kepada portalsatu.com, Jumat, 28 Oktober 2016 malam.

Dia turut mempertanyakan apakah Aceh nantinya akan mampu membayar utang tersebut? Jika mampu, bagaimana realisasi anggarannya?

"Niat membangun rumah sakit daerah itu jelas mulia, namun bertindak di luar kuasa itu pastilah bahaya," katanya.

Mewakili KMPAN, Rizki sangat berharap badan terkait untuk dapat menjelaskan hal ini secara lebih transparan dan komprehensif kepada publik Aceh.

Sementara itu, Koordinator Presidium KMPAN, Andri Satria, menyebutkan lembaganya akan mendukung apapun yang terbaik untuk Aceh. Namun dia menekankan agar Aceh harus mempersiapkan SDM yang sesuai dengan fasilitas, yang hendak dibangun.

"Sumbangsih ide yang terbaik dari pemuda Aceh yang dirantau bisa menjadi masukan dan pengalaman baru dalam proses perencanaan pembangunan Aceh ke depan. Sehingga ke depan KMPAN dan pemerintah pusat dan daerah bisa sama-sama berpikir bagaimana menyusun kemampuan untuk menyusul ketinggalan Aceh dengan kota-kota lain. Banyak potensi pemuda dan mahasiswa di perantauan yang berpengalaman bagus di bidangnya siap membantu Aceh di segala lini bidang," ujarnya.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.