15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Terpidana Korupsi Rp105 Miliar, Mantan Kadis PU Ini Ditangkap

...

  • MERDEKA
  • 10 November 2018 16:30 WIB

Penangkapan mantan Kadis PU Deli Serdang. Foto: Merdeka.com/Yan Muhardiansyah
Penangkapan mantan Kadis PU Deli Serdang. Foto: Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

MEDAN - Tim Intelijen Kejati Sumatera Utara menangkap terpidana korupsi yang merugikan negara Rp105,8 miliar, Faisal. Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Deli Serdang, Sumut, itu diringkus di rumahnya di Tebing Tinggi, Jumat,  9 November 2018, sekitar pukul 22.45 WIB.

"(Faisal ditangkap di) semacam rumah workshop barang proyek. Yang bersangkutan kita dapatkan di tempat tersebut, alamatnya di Jalan Yos Sudarso, Mekar Sentosa, Tebing Tinggi (Sumut)," kata Leo Simanjuntak, Asintel Kejati Sumut, Sabtu, 10 November 2018.

Dia menjelaskan, Faisal merupakan terpidana 12 tahun penjara karena melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp105,83 miliar. Perbuatan itu dilakukannya saat menjabat Kadis PU Deli Serdang pada 2010.

Selain hukuman penjara, Faisal didenda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membaya uang pengganti kerugian negara Rp 98.098.963.578,52. Apabila dalam 1 bulan terpidana tidak membayar uang pengganti maka jaksa akan melelang harta bendanya. Apabila hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka Faisal dikenakan pidana penjara selama 5 tahun.

"Yang bersangkutan dipidana berdasarkan putusan Mahkamah Agung pada tanggal 15 Februari 2016," ujar Leo.

Leo menjelaskan, Faisal dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak putusan perkaranya berkekuatan hukum tetap pada awal 2016. Surat penetapan DPO kembali dibuat pada awal 2018.

Selama pelariannya, Faisal ditengarai tetap menjalankan usahanya. "Dia tetap bekerja, sepertinya ada usaha-usaha, karena di rumahnya berjalan usaha-usaha. Sepertinya ada kegiatan-kegiatan pelaksanaan usaha, seperti bangunan," jelas Leo.

Sebelum melakukan penangkapan, Tim Intelijen Kejati Sumut memantau keberadaan Faisal lebih dari 3 bulan. Awalnya dia diduga berada di rumahnya di Lubuk Pakam, tapi ternyata dia tidak berada di sana.

Faisal juga tidak ada di rumah orang tuanya di Lubuk Pakam. Dia akhirnya ditemukan di rumahnya di Tebing Tinggi. "Selanjutnya (Faisal) akan dieksekusi ke Lapas Lubuk Pakam untuk menjalankan putusan Mahkamah Agung," kata Kepala Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian.

Reporter: Yan Muhardiansyah.[]Sumber: merdeka.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.