26 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tersangka Narkotika Tiduri Anak di Bawah Umur Terancam 15 Tahun Penjara

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 09 August 2019 19:25 WIB

Ilustrasi. Foto republika
Ilustrasi. Foto republika

LHOKSUKON – MR (25), warga Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, yang ditangkap polisi di Lhoksukon, 8 Agustus 2019, selain diproses terkait kasus narkotika, juga disidik atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Ildani Ilyas kepada portalsatu.com, Jumat, 9 Agustus 2019, mengatakan, MR mengakui bahwa sabu dan ganja ditemukan polisi saat menggerebek gubuk di persawahan Gampong Meunasah Rambot, Kecamatan Lhoksukon, merupakan miliknya. “Tersangka MR mengaku sabu dan ganja itu dibeli dari orang lain,” ujarnya.

“Soal dugaan MR sempat nyabu bareng temannya (di dalam gubuk itu), dari hasil pemeriksaan awal kita ketahui bahwa MR nyabu sendirian. Sedangkan temannya hanya sempat singgah sebentar, kemudian pergi," ungkap Ildani.

Ildani juga menjelaskan, anak perempuan berusia 16 tahun yang diamankan ke Polres Aceh Utara terkait kasus MR, telah dipulangkan kepada pihak keluarga. "Dalam kasus narkoba yang menjerat MR, berdasarkan pemeriksaan awal gadis remaja itu tidak terlibat. Artinya, dia tidak ikut memakai narkoba, bahkan hasil tes urine pun negatif. Sejauh ini dia kita mintai keterangan sebatas saksi, sudah kita perbolehkan pulang semalam (Kamis malam). Tapi, dia kita wajibkan melapor, karena kasus ini kan masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Dia menyebutkan, MR dan gadis (anak dara/anak perempuan belum menikah) itu mengakui bahwa mereka berpacaran baru tiga bulan. "Dari awal MR itu memang berniat nyabu sendirian dan ditemani si gadis. Setelah nyabu mereka berhubungan badan,” kata Ildani.

Ildani melanjutkan, “MR mengaku sudah ketergantungan narkoba sejak satu tahun lalu. MR masih lajang. Dia ditahan di polres sejak kemarin”.

Sementara itu, kasus MR diduga meniduri anak di bawah umur tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Utara.

Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah melalui Kanit PPA Bripka T. Arie Andi mengatakan, "Kemarin (Kamis), dalam pemeriksaan awal, gadis remaja itu mengaku baru berpacaran dengan MR. Saat penggerebekan di gubuk, gadis itu mengaku pertama kali berhubungan badan dengan MR. Kasus ini sudah dilaporkan secara resmi oleh orangtua si gadis".

"Gadis itu juga sudah dibawa ke RSUD Cut Meutia di Lhokseumawe untuk visum. Sejauh ini kita masih menunggu hasil visum, biasanya tiga hari, namun lusa kan sudah Idul Adha. Dalam kasus persetubuhan ini, gadis itu korban karena masih di bawah umur," tegas Arie.

Terkait kasus tersebut, kata Arie, MR terancam hukuman 15 tahun penjara. "Dalam kasus ini, terlapor MR dijerat Pasal 81, jo Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun pidana penjara," pungkas Arie.

Diberitakan sebelumnya, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara menangkap MR (25), warga Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, di persawahan Gampong Meunasah Rambot, Kecamatan Lhoksukon, Kamis, 8 Agustus 2019, sekitar pukul 14.00 WIB. Tersangka kasus narkotika yang berusaha kabur dalam kondisi telanjang itu berhasil diamankan setelah dikejar anggota polisi.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Ildani Ilyas kepada portalsatu.com menyebutkan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa sebuah gubuk di persawahan Gampong Meunasah Rambot kerap dijadikan tempat transaksi dan pesta narkotika.

"Siang tadi kita lakukan penggerebekan. Saat itu kita temukan tersangka MR sedang melakukan hubungan badan dengan seorang remaja yang masih (anak) di bawah umur. Melihat anggota (polisi), MR langsung kabur ke sawah dalam kondisi telanjang. Setelah dilakukan pengejaran, MR berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolres," ungkap Ildani.

Di dalam gubuk itu, kata Ildani, ditemukan barang bukti narkotika. "Sejumlah barang bukti kita amankan di dalam gubuk, yaitu satu paket sabu seberat 0,22 gram/bruto, satu paket ganja seberat 0,65 gram/bruto, sebuah dompet dan sebuah kotak kosmetik," ujarnya.

Menurut Ildani, anak perempuan berusia 16 tahun yang ditemukan dalam gubuk tersebut juga dibawa ke Mapolres Aceh Utara untuk dimintai keterangan terkait kasus narkotika dengan tersangka MR. Hasil pemeriksaan urine, kata Ildani, MR positif narkoba, sedangkan anak perempuan itu negatif.

"Menurut pengakuan si gadis (anak dara/anak perempuan yang belum kawin, red), keduanya baru tiga bulan berpacaran. MR mengajak si gadis jalan-jalan dan dibawalah ke gubuk itu. Di dalam gubuk, MR nyabu bersama temannya, sementara di gadis menyaksikan saja. Usai nyabu, teman MR pergi dan tinggallah mereka berdua. Saat anggota melakukan penggerebekan, keduanya sedang berhubungan badan," tutur Ildani.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.