25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tes Urine Anggota Dewan di Sejumlah Daerah; Tak Hadir Hingga Kabur

...

  • PORTALSATU
  • 16 August 2017 16:00 WIB

Tes urine anggota DPRA, 16 Agustus 2017. @M. Fajarli Iqbal/portalsatu.com
Tes urine anggota DPRA, 16 Agustus 2017. @M. Fajarli Iqbal/portalsatu.com

BANDA ACEH – DPR Aceh berkerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menggelar tes urine ketua, wakil ketua dan anggota dewan di Sekretariat DPRA, Rabu, 16 Agustus 2017. (Baca: Akhirnya, Anggota DPRA Tes Urine)

Sejumlah anggota DPRA dilaporkan tidak hadir sehingga dinilai perlu dilakukan tes urine lanjutan untuk mereka. "Saya meminta pimpinan mengadakan tes lanjutan bagi anggota-anggota DPRA yang berhalangan hadir. Kemungkinan anggota-anggota yang tidak hadir karena ada acara lain yang tak dapat dihindari, bukan karena menghindar dari tes urine," kata Nurzahri, anggota DPRA dari Partai Aceh. (Baca:Ada Anggota Tak Hadir, Nurzahri Minta Tes Urine Lanjutan)

Tes urine itu digelar setelah muncul desakan elemen sipil usai polisi menangkap seorang oknum anggota DPRA berinisial J terkait kasus sabu di Aceh Besar, Rabu, 9 Agustus 2017, malam. (Baca: Polisi Tangkap Oknum Anggota Dewan di Aceh Terkait Sabu)

Daerah lain

Anggota dewan di sejumlah daerah lainnya juga sudah diperiksa urine. Di antaranya, anggota DPRD Buleleng, Bali, dites urine oleh petugas BNNP Bali di kantor dewan setempat, Rabu, 9 Agustus 2017. Namun, dari 45  anggota DPRD Kabupaten Buleleng, hari itu hanya 28 orang yang hadir untuk tes urine. “Anggota DPRD harus menjadi contoh bagi masyarakat Buleleng, bahwa kami terbuka untuk hal-hal seperti ini,” kata Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, dilansir jawapos.com.

Di kabupaten lainnya di Bali, 39 anggota DPRD Tabanan dites urine, 22 Juni 2017. Akan tetapi, hasil pemeriksaan urine para anggota dewan tersebut baru disampaikan kepada publik, 3 Juli 2017. “Hasilnya semua negatif, tidak mengandung zat narkotika yang memang dilarang undang-undang,” kata Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tabanan, Komang Gede Sanjaya yang juga wakil bupati setempat, dilansir balipost.com.

Tes urine 39 anggota DPRD Tabanan digelar setelah ditangkapnya seorang oknum anggota dewan kabupaten itu berinisial INWP terkait kasus sabu. Ketua DPRD Tabanan, I Ketut ‘Boping’ Suryadi menegaskan, tes urine ini untuk menjawab tafsiran publik tentang kinerja legislatif. 

Biar fly

Melansir detik.com, tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap INWP, oknum anggota DPRD Tabanan itu bersama teman wanitanya berinisial LOS, 19 tahun, di sebuah kamar hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, 13 Juni 2017. Hasil tes urine INWP dinyatakan positif mengonsumsi sabu. "Alasannya biar fly, buat jaga stamina biar tetap bugar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, 15 Juni 2017.

Masih di Pulau Dewata, tahun lalu, BNNP Bali melakukan tes urine anggota DPRD provinsi itu. Hasilnya, dari 49 anggota DPRD yang dites, satu dinyatakan positif narkoba. "Dari hasil tes, ada yang urinenya mengandung metamine," kata Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. I Putu Gede Suastama, 19 Mei 2016, dilansir merdeka.com.

Selain satu orang dipastikan positif mengonsumsi narkoba jenis metamine, tiga anggota DPRD Provinsi Bali lainnya positif mengonsumsi jenis benzo. "Khususnya yang tiga orang ini, mungkin karena minum obat," ujarnya. "Tentu tindak lanjut rehabilitasi akan dilakukan terhadap anggota dewan yang terindikasi positif menggunakan narkoba," kata dia lagi.

Termasuk pegawai Setwan

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dites urine oleh BNNK setempat, 31 Juli 2017. Dari 45 anggota dewan, 36 terlihat mengikuti tes, termasuk pemimpin DPRD. Sebanyak 60 lebih pegawai sekretariat termasuk sekretaris dewan juga diperiksa urine.

"Tes urine ini menggunakan sistem rapid test. Artinya saat urine dimasukkan ke dalam bejana khusus akan langsung diketahui kadar apa saja yang terkandung di dalamnya," kata Kepala BNNK Tasikmalaya, Tuteng Budiman, dilansir jabar.tribunnews.com.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin, mengatakan, "Kami harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Begitu BNN meminta kami menjalani tes urine langsung kami sambut, dan ternyata hasilnya tidak ada yang positif".

Tiga kali

Melansir tempo.co, setelah ditangkap oknum anggota DPRD Kota Depok, Jawa Barat, berinisial ET karena memiliki dan mengonsumsi sabu, BNNK melakukan tes urine terhadap semua anggota dewan setempat, 5 April 2017. Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, dari 50 anggota dewan, baru 36 orang yang dites urine. Tiga di antaranya dites ulang urinenya lantaran hasil tes mereka tidak terlalu terlihat. "Tiga orang itu terindikasi flu, jadi diulang," ucap Pradi. "Hasilnya tidak terlihat dan meragukan. Makanya diulang, tapi hasilnya negatif," ujarnya.

Pradi mengatakan, tes urine kepada pejabat negara dan anggota dewan mesti dilakukan rutin sebab semua lapisan masyarakat sudah dimasuki narkoba. "Termasuk dewan. Kemarin dewan Depok ditangkap karena mengonsumsi sabu," katanya.

Kepala BNNK Depok Hesti Cahyasari membenarkan dari 50 anggota dewan Depok, yang baru dites urinenya 36 orang. "Sisanya akan menyusul, karena belum semuanya dites urine. Hasilnya negatif semua (36 orang)," katanya. Namun dia tidak menjelaskan kapan tes urine akan dilakukan terhadap 14 anggota dewan lainnya.

ET, oknum anggota DPRD Depok yang terjerat kasus sabu telah dipecat oleh partainya. "Betul, yang bersangkutan sudah diberhentikan dari keanggotaannya di DPD Partai Golkar Depok," ujar Ketua DPD Golkar Depok Farabi Arafik, 8 Februari 2017, dilansir detik.com.

ET dilaporkan melarikan diri saat tim Satres Narkoba Polresta Depok menggerebek kediamannya di kawasan Sawangan, Kota Depok, 4 Februari, malam. Ia kabur setelah menerima paket sabu dari pengedar perempuan berinisial UM. Polisi menemukan sepaket sabu di rumahnya saat penggerebekan tersebut. Setelah diburu polisi, ET akhirnya tertangkap. Hasil tes urine, ia dinyatakan positif mengonsumsi sejumlah narkotika. "Hasil tes urine tersebut menyatakan bahwa saudara E positif mengonsumsi zat methampetamine dan amphetamine," ujar Kasat Reserse Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, 27 Februari 2017.

Kabur

Melansir jpnn.com, 28 Maret 2017, seorang anggota DPRD Muara Enim, Sumatera Selatan, dilaporkan melarikan diri saat BNNK setempat menggelar tes urine terhadap 34 anggota dewan di ruang rapat paripurna. Tes dilakukan usai paripurna istimewa pertama. Petugas BNNK Muara Enim di-back-up Satres Narkoba Polres setempat sudah bersiap di luar ruang rapat. Para wakil rakyat pun tak menyangka akan ada tes urine dadakan.

Saat tes hendak dilakukan, salah satu anggota DPRD kabur menerobos petugas BNNK dan keluar dari ruang paripurna. Padahal ruang rapat sudah dijaga petugas BNN bersama Satpol PP. Tak diketahui alasan oknum dewan itu bergegas pergi dari ruang paripurna. Diduga lantaran yang bersangkutan takut menjalani tes urine.

Ketua BNNK Muara Enim, Ika Wahyu Hindaryati mengatakan, tes urine dadakan ini permintaaan dari DPRD. Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB., mengatakan, pihaknya tak akan turut campur dalam tes urine oleh BNNK. Dari 45 anggota dewan, 10 orang tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD itu. Untuk yang tidak hadir, akan dilakukan tes urine selanjutnya.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.