15 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Teuku Rusta Firdous dan Hamdan Yunus Jadi Anggota DPRK Aceh Besar

...

  • Fazil
  • 12 October 2018 11:35 WIB

@istimewa
@istimewa

ACEH BESAR - Teuku Rusta Firdous dan Hamdan Yunus resmi menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRK Aceh Besar sisa masa jabatan periode 2014-2019, usai mengucap sumpah jabatan di ruang rapat paripurna dewan setempat, Kamis, 11 Oktober 2018.

Pengambilan sumpah jabatan dua anggota dewan itu dilakukan oleh Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman, S.E. Turut hadir Bupati Aceh Besar, Ir. Mawardi Ali, Forkopimda, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Warul Walidin, M.A., para Kepala SKPK, camat, pengurus parpol, dan tokoh masyarakat.

Sekretaris DPRK Aceh Besar, Jamaluddin, S.Sos., M.M., mengatakan, pengambilan sumpah anggota DPRK PAW tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 171.2/1160/2018 tanggal 26 September 2018. Teuku Rusta Firdous menggantikan Sabirin dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Hamdan Yunus menggantikan Nurdin Djohan dari Partai Aceh (PA).

“Saya ucapkan selamat kepada dua anggota DPRK PAW yang dilantik, mari kita semua bekerja sama saling bahu-membahu melayani rakyat dan membesarkan Kabupaten Aceh Besar,” kata Ketua DPRK, Sulaiman, dalam sambutanya.

Sulaiman mengungkapkan, tugas dewan cukup berat dan kompleks, karena bukan hanya bertanggung jawab kepada konstituennya, tetapi juga harus dapat menampung dan menyalurkan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. "Serta paling penting adalah bertanggung jawab kepada Allah SWT".
 
Untuk itu, lanjut Sulaiman, anggota dewan secara bersama-sama diharapkan dapat melaksanakan tugas, wewenang, kewajibannya dengan sebaik-baiknya dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja DPRK sebagai lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sejajar dan menjadi mitra pemerintah.

“Kita juga berharap kepada kedua dewan yang baru dilantik ini agar dapat bersosialisasi serta beradaptasi dengan anggota dewan yang sudah terlebih dulu duduk sebagai anggota DPRK Aceh Besar. Di samping itu, juga mempelajari berbagai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penempatan dua anggota dewan PAW tersebut dalam komisi-komisi DPRK Aceh Besar,” ujar Sulaiman.

Sementara itu, Bupati Mawardi Ali, berharap kepada anggota DPRK PAW yang telah diambil sumpah itu dapat bekerja sama dan saling mengisi untuk tercapainya kesejahteraan serta aspirasi rakyat. Menurut Mawardi, PAW merupakan proses politik yang harus dilakukan sebagai upaya memenuhi kelengkapan keanggotaan DPRK Aceh Besar.

Sebagai anggota dewan yang baru, diharapkan segera menyesuaikan diri serta mempelajari berbagai ketentuan dan tata tertib yang menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas sebagai anggota DPRK. Mawardi menilai, berhasil tidaknya penyelenggaraan pembangunan daerah, salah satunya tergantung kepada peran serta anggota dewan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.