18 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Milad ke-42 GAM
Tgk. Muhar Bicara Sosok Tgk. Ilyas Leube Hingga Harapan kepada Mantan Kombatan

...

  • PORTALSATU
  • 05 December 2018 11:00 WIB

Tgk. Muharuddin saat berziarah ke makam Reje Linge XIX Alm. Tgk. Ilyas Leube, 4 Desember 2018. Foto: istimewa
Tgk. Muharuddin saat berziarah ke makam Reje Linge XIX Alm. Tgk. Ilyas Leube, 4 Desember 2018. Foto: istimewa

BENER MERIAH – Politikus Partai Aceh, Tgk. H. Muharuddin, mengatakan almarhum Tgk. Ilyas Leube salah satu pejuang GAM dari dataran Gayo yang telah menjadi ikon Gayo dan kebanggaan di kalangan GAM serta masyarakat Aceh.

Tgk. H. Muharuddin akrab disapa Tgk. Muhar menyampaikan itu saat berziarah ke Makam Reje Linge XIX, Tgk. Ilyas Leube, di Desa Bandar Lampahan, Bener Meriah, Selasa, 4 Desember 2018. Ziarah ini dilakukan sebagai momentum mengenang sejarah perjuangan GAM yang bertepatan dengan Milad ke-42 GAM .

“Kehadiran saya hari ini untuk mempertegas bahwa ekskombatan GAM tidak membeda-bedakan para pejuang GAM, yang sebagian pihak di Aceh menilai eks-GAM membedakan antara pesisir timur dan barat Aceh dengan dataran tinggi Gayo,” kata Tgk. Muhar usai berziarah dan menggelar samadiah di Makam Teungku Ilyas Leube, dikutip dari siaan pers diterima portalsatu.com, Rabu, 5 Desember 2018.

Tgk. Muhar menjelaskan, alm. Tgk. Ilyas Leube salah satu pentolan GAM yang banyak memberikan sumbangsih kepada perjuangan GAM terdahulu. Almarhum, kata Tgk. Muhar, juga merupakan salah satu menteri di jajaran Wali Nanggroe Aceh Alm. Tgk. Chik Hasan Muhammad di Tiro pada masa perjuangan GAM terdahulu, yakni Menteri Kehakiman.

“Semangat perjuangan beliau diharapkan dapat kita teruskan. Jika sebelumnya perang dilakukan dengan senjata, maka setelah perdamaian ini, semangat perang itu dapat dilanjutkan dengan ‘perang intelektual’, yaitu melalui kekhususan yang telah diberikan pemerintah pusat harus diterapkan di dalam pemerintahan secara menyeluruh,” ujar anggota DPR Aceh ini.

Tgk. Muhar menambahkan, momentum Milad ke-42 GAM ini, diharapkan juga dapat meningkatkan paradigma dan karakter keacehan diterapkan di dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.

“Jika kita lihat saat ini, identitas karakter keacehan kita masih skala Aceh. Ke depan, kita harapkan dapat terjadi di kehidupan yang lebih luas, yaitu di pemerintahan pusat. Artinya, sinergisitas antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Aceh dapat menjawab persoalan-persoalan yang ada di Aceh. Sehingga tidak ada kemudian terjadi kesalahan presepsi atau cara pandang terhadap Aceh, di mana Aceh saat ini bertekad hidup di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi yang kita perjuangkan adalah kewenangan atau kekhususan yang telah diberikan pusat, itu yang harus mampu kita perjuangkan, untuk kesejahteraan masyarakat Aceh,” katanya.

“Untuk menjawab hal itu, bukanlah suatu hal yang mudah. Semua pihak di Aceh, terutama partai-partai lokal maupun partai nasional yang maju memperjuangkan hak-hak rakyat, paradigma dan keacehan harus terlihat pada eksekutif maupun legislatif,” ujar mantan Ketua DPRA ini.

Melalui momentum Milad ke-42 GAM, Tgk. Muhar berharap para ekskombatan GAM dapat bersatu dan melakukan konsolidasi di internal.

“Saya pikir juga tidak hanya sebatas konsolidasi internal, tetapi para eks-GAM dapat menjadi contoh teladan bagi masyarakat, karena GAM itu menjadi cerminan bagi masyarakat Aceh ke depan. Ketika cermin ini dapat diteledani, maka masyarakat akan mencontohkan hal-hal yang baik, jika sebaliknya maka ini akan menjadi barometer bagi masyarakat Aceh terhadap ekskombatan,” harapnya. [](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.