26 November 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Dilaksanakan Korem Lilawangsa
Tim Relawan Dilatih Penanggulangan Bencana Alam Hingga Simulasi di Parang Sikureung

...

  • PORTALSATU
  • 20 November 2020 22:30 WIB

Foto: Penerangan Korem Lilawangsa
Foto: Penerangan Korem Lilawangsa

LHOKSEUMAWE – Ratusan relawan mengikuti pembekalan peningkatan pengetahuan tentang penanggulangan bencana alam bidang perlindungan sosial yang digelar selama empat hari di Markas Korem 011/Lilawangsa di Lhokseumawe. Selain itu, mereka juga melakukan simulasi penyelamatan korban hanyut dan tenggelam dalam sungai di Desa Parang Sikureng, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Jumat, 20 November 2020. 

Pelatihan dan simulasi itu dilaksanakan Korem Lilawangsa bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Ratusan relawan peserta kegiatan tersebut dari berbagai unsur, yakni SAR, BPBD, Dinas Sosial, PMI, mahasiswa Unimal, Pramuka Peduli, RAPI, dan perwakilan organisasi lainnya yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Mereka dirangkul menjadi Tim Relawan Penanggulangan Bencana Alam (Gubencal).

Pelatihan dan simulasi itu digelar menginggat wilayah Korem 011/Lilawangsa rentan terjadi bencana alam. "Kebakaran merupakan bencana paling sering terjadi, diikuti banjir, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, gempa bumi dan tanah longsor," kata Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro melalui Kasi Ops Korem 011/LW Mayor Inf Andri Sagita Putra kepada para wartawan usai penutupan simulasi Gubencal, di Desa Parang Sikureng, Jumat.

“Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tahun 2020 di Indonesia sudah terjadi 2.059 bencana alam, dan Aceh satu dari lima provinsi yang rentan mengalami bencana. Di antaranya kerap terjadi bencana di wilayah hukum Korem 011/Lilawangsa yakni, Aceh Tengah dan Bener Meriah sering terjadi longsor, Aceh Utara dan Lhokseumawe kerap banjir, serta sejumlah daerah lainnya juga rawan terjadi kebakaran," tuturnya.

Menurut Andri Sagita Putra, simulasi penanggulangan bencana dilaksanakan di Desa Parang Sikureng dengan pertimbangan karena dari hasil pemetaan wilayah terdapat beberapa desa di Kecamatan Matangkuli kerap terjadi banjir setiap tahunnya.

Andri menjelaskan, simulasi tersebut sebagai upaya kesiapsiagaan setiap unsur terkait dalam menanggulangi bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi. Bahkan, saat ini sudah memasuki musim penghujan, dan  belakangan ini cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Aceh.

"Pelaksanaan dalam pemahaman teori yang telah disampaikan beberapa hari ini dapat diterima peserta mencapai 80 persen, dan sudah dapat diaplikasikan di lapangan apabila terjadi bencana alam yang tidak kita harapkan," kata Andri.

Kegiatan berlangsung di tengah pandemi Covid-19 itu tetap menerapkan protokol kesehatan.

Adapun rangkaian simulasi penanggulangan bencana alam mengumpamakan delapan orang tenggelam di Sungai Parang Sikureng. Saat itu, hujan deras mengguyur kawasan sekitarnya, sehingga luapan Krueng Keurto merendam sejumlah desa dan menghanyutkan warga setempat.

Setelah menerima laporan warga melaui Babinsa, Tim Gabungan TNI jajaran Korem 011/Lilawangsa bersama Polri, BPBD, PMI, mahasiswa dan instansi lainnya melakukan upaya penyelamatan yang cukup dramatis di tengah derasnya arus sungai.

Tim relawan dengan berbagai perlengkapan membantu evakuasi korban. Walupun sedikit kesulitan karena latihan di lokasi sebenarnya dengan air sungai di daerah itu arusnya sangat deras , tapi semua korban berhasil diselamatkan.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.