15 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tinjau Penyebab Banjir Aceh Utara, Haji Uma Bahas Pembebasan Lahan Tepi Sungai

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 02 January 2018 10:00 WIB

@PORTALSATU.COM/CUT ISLAMANDA
@PORTALSATU.COM/CUT ISLAMANDA

LHOKSUKONAnggota DPD RI asal Aceh Sudirman atau Haji Uma mengatakan, dalam realisasi pembangunan tanggul, yang terpenting adalah pembebasan lahan. Untuk itu, dibutuhkan kerelaan dan kerja sama dari masyarakat agar pemerintah bisa melakukan ganti rugi pembebasan lahan.

Hal itu disampaikan Haji Uma saat berkunjung di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Senin, 1 Januari 2018. Haji Uma berdiskusi bersama Muspika dan masyarakat setempat terkait upaya yang harus dilakukan agar tercapainya pembangunan tanggul sungai guna mengatasi permasalahan banjir.

Diskusi dilakukan di dua titik, yaitu di lokasi pembangunan jembatan konstruksi baja di Gampong Pange dan jembatan Alue Bungkoh, kecamatan setempat. Turut hadir di lokasi Mukim Matangkuli Timu, A. Rahman, dan Ketua KNPI Pirak Timu.

“Hari ini saya turun menanggapi laporan masyarakat terkait bencana banjir yang selama ini terjadi dan sudah menjadi langganan. Saya datang melihat kondisi real di lapangan terkait penyebab terjadinya banjir yang menerobos ke pemukiman warga, bahkan hingga ke Kecamatan Lhoksukon dan sekitarnya,” ujar Haji Uma kepada portalsatu.com di lokasi.

Menurut Haji Uma, kondisi itu terjadi akibat tidak adanya fondasi atau penghalang di bibir sungai kawasan Pirak Timu. Untuk mengatasi hal itu, dibutuhkan kesadaran bersama masyarakat sehingga pemerintah akan berkewajiban mengatasi ini dengan membangun tanggul sungai.

Di sini, Haji Uma mensinergikan kepada seluruh stakeholder, camat, dan geuchik serta unsur muspika lainnya, bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat agar sadar dengan peran sertanya sehingga ada kemungkinan untuk dibuat tanggul penghalang banjir ini.

“Untuk membuat tanggul, pastinya masyarakat harus merelakan tanahnya dekat bibir sungai agar bisa dilakukan pembebasan lahan oleh pemerintah daerah. Maka, diperlukan sosialisasi dari unsur pejabat pemerintahan kecamatan dan gampong, mungkin harus ada kesepakatan lewat rembuk atau musyawarah. Tentu dengan ini derita masyarakat puluhan tahun akibat banjir bisa tuntas. Jangan hanya karena hujan, debit air bertambah, lalu semua masyarakat merasakan banjir,” ucap Haji Uma.

Haji Uma menuturkan, pembangunan tanggul untuk mengatasi banjir juga akan mencegah pemborosan uang negara atau uang daerah, khususnya dalam hal perbaikan jalan.

“Setiap tahun ada ploting anggaran untuk perbaikan jalan. Saya rasa jika tanggul tidak dibuat dan banjir selalu ada, maka anggaran negara dan daerah akan terbuang percuma dengan perbaikan jalan terus-menerus. Solusi paling penting menghambat keruskaan jalan yang seharusnya bisa tahan hingga lima tahun, yaitu perbaikan tanggul. Namun sebelum kita berbicara pembangunan tanggul, terlebih dahulu kita bahas pembebasan lahan warga. Jika memang masyarakat semua sepakat bersama perangkat gampong, tentunya pemerintah sudah mengambil satu sikap nanti akan melakukan pembebasan lahan sehingga bisa terealisasi pembangunan tanggul. Untuk Pirak Timu, dibutuhkan lebih dari 9 kilometer tanggul,” terang Haji Uma.

Diakui Haji Uma, biasanya persoalan pembebasan lahan tidak berjalan mulus. Maka dari itu, harus ada upaya dan peran serta masyarakat untuk memiliki keinginan sama-sama menekan banjir ini.

“Sebagai langkah ke depan akan sama-sama mem-pressure ini supaya tanggul segera terealisasi. Tapi yang utama, masalah internal dulu soal pembebasan lahan karena ini akan memakan waktu lama. Kita lihat ini masalah bersama, maka mari kita samakan persepsi karena itu jalan keluarnya. Jika ada tanggul, minimal itu bisa teratasi. Tapi itu bisa mengatasi yang selama ini air jor-joran masuk ke Lhoksukon dan sekitarnya, insya Allah bisa diatasi karena pusat terobosan air memang di Pirak Timu. Seiring dengan pembuatan tanggul juga dilakukan realisasi sungai, dikeruk lagi karena sungai kita dangkal. Jika itu dilakukan, Insya Allah, aman,” kata Haji Uma.[] (*sar)

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.