19 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Trump: AS Tak akan Jadi Polisi Dunia Lagi

...

  • PORTALSATU
  • 27 December 2018 14:00 WIB

Trump saat mengunjungi tentara AS di Irak. Foto: Reuters
Trump saat mengunjungi tentara AS di Irak. Foto: Reuters

JAKARTA - Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat tidak akan  lagi menjadi “polisi dunia” karena tugas itu hanya akan menguntungkan negara lain.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat melakukan kunjungan dadakan ke Irak untuk menemui pasukannya di sana. Kunjungan itu merupakan yang pertama dilakukan Trump ke wilayah konflik sejak dia terpilih menjadi Presiden AS.

Pada kesempatan itu Trump kembali menegaskan langkahnya untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS di Suriah. Trump mendarat pada pukul 19.16 waktu setempat di Pangkalan Udara Al-Asad di Irak barat, didampingi istrinya Melania. Trump menyebut perjalanannya itu sebagai penerbangan rahasia yang sangat menegangkan.

Akan tetapi, pertemuan yang direncanakan antara Trump dan Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi dibatalkan dan digantikan kontak telepon.

Video Gedung Putih memperlihatkan Trump tersenyum berjabat tangan dengan personel yang berpakaian kamuflase dan membubuhkan tanda tangan selain berpose untuk foto.

Di pangkalan militer Irak, Trump berusaha untuk mempertahankan kebijakan American First dan menarik diri dari aliansi multinasional.

Trump mengataan sangat tidak adil ketika beban tugas pengamanan ditanggung AS. Trump menegaskan dirinya tidak ingin dimanfaatkan lagi oleh negara-negara yang menggunakan militer AS yang kuat berlindung.

“Mereka tidak membayar untuk itu dan mereka harus melakukannya sendiri," ujar Trump sebagimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis, 27 Desember 2018.

Trump mengatakan pasukannya tersebar di seluruh dunia. Bahkan, lanjut Trump, pasukannya berada di negara-negara yang belum pernah didengar orang dan hal itu merupakan langkah konyol.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah menolak para jenderal yang meminta untuk memperluas penempatan pasukannya di Suriah dan membantu pejuang lokal yang memerangi kelompok militan Negara Islam (ISIS).

Di Afghanistan, Trump ingin menarik sekitar setengah dari 14.000 tentara yang terjebak dalam perang melawan gerilyawan Taliban yang telah berlangsung lama.

Penulis: John Andhi Oktaveri.[] Sumber: bisnis.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.