20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tuntut Kejelasan Sumur Minyak, Warga Demo ke Kantor Bupati Aceh Timur

...

  • PORTALSATU
  • 07 May 2018 12:15 WIB

ACEH TIMUR – Massa dari Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, menggelar unjuk rasa ke kantor bupati setempat untuk menuntut pemerintah tidak menutup sumur minyak tradisional yang menjadi mata pencaharian mereka.

Informasi diperoleh portalsatu.com, sekitar pukul 10.25 WIB, ratusan warga se-Kecamatan Ranto Peureulak menuju Kantor Pemkab Aceh Timur menggunakan mobil pick-up dan sepeda motor.

Diperkirakan sebanyak 50 mobil yang ditumpangi warga untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah sempat. Massa juga mengusung sejumlah spanduk yang bertuliskan, "Kami ingin kejelasan dan kepastian Anda, legalkan sumur bor". Aksi tersebut mendapatkan pengawalan dari pihak Polres Aceh Timur.

"Kami sedang menuju ke lokasi (kantor bupati). Warga yang mengikuti aksi ini cukup banyak, diperkirakan ribuan orang dari Kecamatan Ranto Peureulak. Tuntutan kita tetap sama seperti sebelumnya, harapan kita agar bupati bertemu langsung dengan massa," kata salah seorang warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Syahirman, kepada portalsatu.com, Senin, 7 Mei 2018.

Menurut Syahirman, dalam aksi tersebut semua penambang di lokasi sumur minyak itu turut meramaikan untuk memperjuangkan aspirasinya. "Kita tidak bermaksud untuk membuat kericuhan ke kantor bupati, apalagi aksi ini dikawal ketat oleh pihak keamanan (polisi). Tujuan masyarakat hanya ingin menyampaikan kepada pemerintah supaya sumur minyak itu jangan ditutup, itu saja," ujarnya.

Syahirman menambahkan, pihaknya tetap ingin mendengarkan secara langsung pernyataan resmi dari Bupati Aceh Timur terkait kejelasan sumur minyak tersebut.

Hal sama juga diungkapkan warga Desa Pertamina, Kecamatan Ranto Peureulak, Tgk. Azhari Yakop (53). Menurut dia, yang ikut aksi itu bukan hanya warga kecamatan tersebut, tetapi juga para penambang dari luar seperi Bireuen, Langsa dan Medan.

"Jumlahnya diperkirakan sudah mencapai ribuan, informasi saya peroleh kalau dari Bireun ada 35 mobil, Medan sekitar 15 mobil. Masyarakat meminta pemerintah agar membimbing para penambang dalam mengelola sumur minyak, jangan ditutup begitu saja," ujar Tgk. Azhari.[]

Penulis: Muhammad Fazil

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.