24 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Turki desak AS dan Rusia hindari ketegangan di Suriah

...

  • ANADOLU AGENCY
  • 14 April 2018 12:00 WIB

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim. @Anadolu Agency
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim. @Anadolu Agency

Yildirim menekankan bahwa penggunaan senjata kimia adalah suatu hal yang tidak bisa dimaafkan.

ANKARA - Perdana Menteri Turki mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk menghindari inisiatif yang akan membuat situasi yang bergejolak di Suriah menjadi lebih rumit, Jumat.

"Daerah ini telah membayar harga yang mahal untuk perang sipil dan migrasi. Kami menyarankan sahabat-sahabat kami untuk menghindari inisiatif yang akan membuat hal-hal menjadi lebih rumit," kata Binali Yildirim kepada wartawan di ibukota Ankara.

Yildirim memberikan pernyataan tersebut menyusul perdebatan antara AS dan Rusia yang dipicu oleh tweet oleh Presiden AS Donald Trump.

Yildirim juga menekankan bahwa penggunaan senjata kimia adalah suatu hal yang tidak bisa dimaafkan.

"Penggunaan senjata kimia, pembunuhan orang yang tidak bersalah, anak-anak, tidak akan pernah memiliki sisi yang dapat dimaafkan, ini sesuatu yang memalukan," kata dia.

Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad meluncurkan serangan kimia ke kota Douma di Ghouta Timur pada 7 April lalu. Serangan tersebut menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya, menurut lembaga pertahanan sipil White Helmets.

Yildirim mengatakan bahwa siapa pun yang berada di balik serangan kimia harus bertanggung jawab, namun inisiatif-inisiatif yang akan merugikan upaya Turki, Rusia, dan Iran untuk membangun perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut juga harus dihindari.

Pada 4 April lalu, Turki menjadi tuan rumah pertemuan tripartit terkait Suriah. Dalam pertemuan tersebut pemimpin Turki, Rusia, dan Iran sepakat untuk memerangi separatisme di Suriah dan menekankan perlunya penyaluran bantuan kemanusiaan yang lebih besar.

-- Ketegangan antara AS-Rusia

Rusia Pada Kamis menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat di tengah ketegangan atas serangan Douma.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas kemungkinan tindakan militer AS sebagai tanggapan terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad.

Pada hari yang sama, Trump terlihat mundur setelah memperingatkan Rusia untuk bersiap-siap terhadap rudal yang dia sebut "akan datang."

"Tidak pernah katakan kapan serangan ke Suriah akan terjadi. Bisa jadi segera atau tidak secepat itu!" cuit Trump pada Kamis.

Kemudian, dia mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan akan "segera dibuat ".

Menteri Pertahanan AS James Mattis pada Kamis mengatakan bahwa Trump belum memutuskan apakah dia akan melakukan tindakan militer atau tidak di Suriah.[]Sumber:anadoluagency

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.