17 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


UAS Bantah Ajukan Telunjuk Dukung Kandidat Pilpres

...

  • REPUBLIKA
  • 10 February 2019 13:30 WIB

Ustaz Abdul Somad. Foto: dok. Republika
Ustaz Abdul Somad. Foto: dok. Republika

JAKARTA – Ajang pemilihan presiden dan wakil presiden pada April 2019 mendatang menimbulkan berbagai dinamika di ruang sosial. Salah satunya, edaran gambar di media sosial yang menampilkan Ustaz Abdul Somad (UAS) sedang duduk di antara dua orang yang mengacungkan jari telunjuknya masing-masing.

UAS juga tampak mengikuti gerakan tersebut sambil menatap mata kamera. Kepada Republika, mubalig kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, itu memberikan penjelasan. Dalam foto tersebut, pria di sisi kiri UAS adalah Dr. H. Umar Syadat Hasibuan, sedangkan di sisi kanannya bernama Musa Rajekshah alias Bang Ijek.

Foto itu diambil pada 13 Mei 2018. Artinya, konteks waktunya terjadi berdekatan dengan pemilihan umum gubernur Sumatera Utara 27 Juni 2018. Seperti diketahui, dalam kontestasi politik itu pasangan Edy Rahmayadi dan Bang Ijek menang, sehingga menjadi gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023.

Adapun lokasi pengambilan gambar bertempat di rumah Umar Syadat, tokoh Pondok Pesantren Darul Muhsinin, di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Saat foto itu diambil, UAS sedang beristirahat sebelum meneruskan ceramah tabligh akbar yang dihelat lembaga pendidikan tersebut.

“Klarifikasi itu perlu sehingga orang-orang tahu konteks gambar yang beredar,” kata Ustaz Abdul Somad, Ahad,  10 Februari 2019.

Sebagai informasi, Pilpres 2019 diikuti pasangan kandidat nomor urut 01 (Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin) dan nomor urut 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno). Masing-masing pasangan kerap mempertontonkan pose jari tertentu sebagai simbol dukungan.

Misalnya, kandidat 01 mengacungkan satu jari telunjuk atau satu jari jempol. Sementara, kandidat 02 mengacungkan jari telunjuk plus jempol atau salam dua jari.

Sementara Dr. Umar Hasibuan, semenjak kemarin (Sabtu malam/9/2), sudah menyanyangkan soal berdedarnya foto tersebut. Hal itu memang terkait dengan pilkada Sumut, tidak ada urusannya dengan soal persaingan di Pilpres 2019.

‘’Saya sudah tahu foto itu menyebar. Saya prihatin saja dimainkan atau dipersesikan di media sosial sebagai dukungan kepada calon presiden. Foto itu memang di pesantren kami,’’ kata Umar Syadat Hasibuan.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) menyayangkan adanya tafsir politik terhadap silaturahim yang dilakukannya kepada ulama-ulama sepuh belakangan ini. Mubalig tersebut menuturkan latar belakang di balik kunjungannya ke kediaman KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang berlangsung pada Sabtu (9/2).

Semua bermula pada Oktober 2017 lalu. Saat itu, UAS diundang salah seorang sahabatnya, Gus Awis, ke acara haul Gus Dim (KH. Dimyathi Romly). Kiai Dimyathi Romly merupakan tokoh Nahdliyin dan juga mursyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Almarhum yang wafat pada 18 Mei 2016 itu berasal dari Jombang, Jawa Timur. Dia dikenal juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso. Adapun Gus Awis merupakan putra dari Kiai Dimyathi. Antara Gus Awis dan UAS sudah terjalin persahabatan terutama sejak sama-sama belajar di Universitas al-Azhar, Mesir.

Oleh karena itu, lanjut UAS, rangkaian kunjungan kali ini atau awal Februrari 2019 tidak lepas dari undangan dari Gus Awis. Pada saat itulah, terbersit keinginan untuk sekaligus bertamu ke rumah ulama-ulama legendaris di Jawa Tengah.

“Nanti sekalian sowan ke Mbak Moen, Gus Mus, Habib Luthfi bin Yahya, dan ulama-ulama sepuh. Janji ini pada 16 bulan lalu. Janji itu baru terwujud hari ini,” kata Ustaz Abdul Somad saat dihubungi, Sabtu (9/2) petang.

Menurut alumnus S-2 Darul Hadits (Maroko) itu, tidak elok bila silaturahim antarsesama Muslim seketika dikait-kaitkan dengan kepentingan politik praktis. Apalagi, yang dikunjungi adalah alim ulama yang merupakan pengayom seluruh umat Islam di Indonesia, tanpa memandang preferensi politik apa pun.

“Silaturahim ke ulama-ulama merupakan tradisi baik. Maka itulah dilaksanakan UAS di manapun berada,” tegas peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu.

Reporter: Hasanul Rizka.[]Sumber: republika.co.id

 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.