20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ucapkan 'Bismillahirrahmanirrahim', Plt. Gubernur Aceh Teken Pernyataan Tolak PT EMM

...

  • PORTALSATU
  • 11 April 2019 18:45 WIB

Foto: portalsatu.com
Foto: portalsatu.com

BANDA ACEH -  Diawali dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menandatangani surat pernyataan tentang imbauan tolak tambang PT EMM. Hal itu dilakukan Nova usai berdialog secara terbuka dengan massa mahasiswa yang berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Kamis, 11 April 2019, sore.  

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S. Djambak, dan para pejabat teras Pemerintah Aceh, menjumpai massa mahasiswa untuk memberikan penjelasan dan berdialog secara langsung. (Baca: Kapolda Turun Tangan, Plt. Gubernur Aceh Akhirnya Jumpai Mahasiswa)

Mengawali penjelasannya, Nova mengatakan, sudah ada gugatan dari Walhi Aceh ke PTUN Jakarta terkait izin tambang PT EMM di Aceh. “Kami Pemerintah Aceh diminta menunggu putusan gugatan itu,” katanya.

Nova melanjutkan, “Yang mulia adek-adek mahasiswa, masyarakat sekalian, saya sepakat bahwa ini harus kita gugat, tapi caranya sedang kita cari”.

“Kalau setuju, apapun hasil keputusan PTUN, kita bentuk tim, kita duduk bersama, kita buat apa yang harus kita kerjakan, dan Pemerintah Aceh menegaskan berada di sisi yang sama dengan saudara,” ujar Nova.

“Kalau sepakat begitu, sekarang kita bentuk tim untuk itu, dari kampus dari mahasiswa, dari para lembaga, dari DPRA dan Pemerintah Aceh. Kalau sepakat begitu itu, itu konkretnya dari saya. Silakan kalau mau menyampaikan tuntutan dan aspirasinya, saya dengarkan, kalau perlu langsung saya jawab di sini,” tegas Plt. Gubernur Aceh itu.

Baca juga: Izin Tambang PT EMM di Aceh: Gugatannya Ditolak PTUN Jakarta, Walhi Banding

Salah seorang koordinator pengunjuk rasa kemudian tampil berorasi diawali dengan teriakan “Hidup mahasiswa”. Pengunjuk rasa itu menyatakan, rakyat sudah menjerit dan menolak PT EMM sejak beberapa tahun lalu. “Kenapa Pemerintah Aceh, Pak Plt. Gubernur hari ini menutup muka terhadap rakyatnya, tidak pernah mau menjumpai rakyatnya”.

“Ketika ditanya sikap, selalu tidak ada sikap, hanya jawaban kita tidak berhak untuk mencabut izin. Benar. Kita tidak menginginkan Gubernur Aceh yang mencabut izin, tidak ada wewenangnya. Namun hari ini Aceh memiliki UUPA,” tegas pendemo itu.

Dia menyebutkan, UUPA sudah mengatur bahwa sumber daya alam Aceh dikelola Pemerintah Aceh, bukan oleh pihak asing.  Oleh karena itu, mahasiswa, pemuda dan masyarakat akan mempertahankan ini sampai titik darah penghabisan.

Setelah mendengar aspirasi dan tuntutan massa mahasiswa, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyatakan “Seluruhnya saya sepakat”. Nova mengulangi kalimat itu beberapa kali.

“Semua yang disampaikan tadi saya sepakat. Yang kedua, saya pastikan saya satu sisi dan sependapat dengan rakyat,” tegas Nova.

Akhirnya, Plt. Gubernur Aceh membacakan surat pernyataan tentang imbauan tolak tambang (PT EMM). Bunyinya, “Dalam rangka menindaklanjuti imbauan aliansi lembaga dan ormas yang tergabung dalam Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) dan turut memperhatikan: Suara rakyat Aceh terhadap penolakan tambang di Beutong Kabupaten Nagan Raya dan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah".

"Telah melanggarnya kekhususan Aceh. Dampak akibat keberadaan PT EMM yaitu meningkatnya bencana ekologis yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan, mengancam sumber-sumber kehidupan masyarakat akibat menurunnya kualitas air, serta mengancam kekayaan keanekaragaman hayati yang berada di wilayah usaha pertambangan”.

“Tuntutan terhadap Kementerian ESDM untuk mencabut izin PT EMM yang tak kunjung diindahkan. Maka untuk menjaga marwah Aceh, kami meminta Plt. Gubernur siap menandatangani pernyataan di bawah ini. Saya nyatakan siap. 1. Saya Plt. Gubernur Aceh siap melakukan gugatan melalui Pemerintah Aceh sebagai bentuk mempertahankan kekhususan Aceh dan membela rakyat Aceh; 2. Saya Plt. Gubernur Aceh siap menerbitkan rekomendasi pencabutan izin PT Emas Mineral Murni (EMM); 3. Mengutuk tindakan pemerintah pusat yang tidak menghormati kekhususan Aceh yang dihasilkan dari butir-butir perdamaian antara Aceh dan Indonesia; dan 4. Plt. Gubernur Aceh siap membuka dan mengecam dalang di balik berdirinya PT EMM di Bumi Aceh".

"Demikian pernyataan ini dengan penuh kesadaran dan juga merupakan kehendak masyarakat Aceh. Apabila pernyataan ini saya khianati saya siap untuk turun dari jabatan saya,” ucap Nova membacakan surat pernyataan tersebut.

Lalu, dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menandatangani surat pernyataan tersebut, disaksikan Kapolda Aceh dan para koordinator massa mahasiswa dari sejumlah kampus di Aceh. Koordinator massa pengunjuk rasa turut membubuhkan tanda tangan pada surat pernyataan tersebut.

Plt. Gubernur Aceh kemudian berjabat tangan dan “salam komando” dengan koordinator massa mahasiswa dan Kapolda Aceh.[](adv)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.