26 November 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


UN 2021 Ditiadakan, 130 Kepsek Gayo Lues Dilatih Tingkatkan Kompetensi

...

  • Win Porang
  • 18 November 2020 14:30 WIB

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Salid bersama Husaini, tutor pelatihan dari LPMP Aceh saat memberikan keterangan di Wisma Pondok Indah Porang. Foto: Win Porang
Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Salid bersama Husaini, tutor pelatihan dari LPMP Aceh saat memberikan keterangan di Wisma Pondok Indah Porang. Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN - Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues melatih seluruh kepala sekolah (kepsek) SD dan SMP untuk meningkatkan kompetensi. Pasalnya, tahun 2021 mendatang, Ujian Nasional (UN) bagi murid SD dan SMP ditiadakan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Salid, S.Pd., Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Gayo Lues, di Wisma Pondok Indah Porang, Rabu, 18 November 2020, mengatakan jumlah Kepala SD dan SMP yang dilatih 130 orang. Pelatihan dibagi empat gelombang, 18 sampai 29 November, dengan jumlah peserta 30 hingga 39 orang.

"Jadi untuk tahuh 2021 mendatang, Ujian Nasional tidak ada lagi, dan ada perubahan sistem dalam menentukan kelulusan bagi anak sekolah. Untuk menjelaskanya, kami sudah mengundang tutor dari LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Aceh," katanya.

Menurut Salid, ada beberapa perbedaan sistem ujian bagi murid SD dan SMP tahun 2021. Untuk anak SD akan dilakukan Asesmen Kompetensi Minumum saat kelas lima. Bagi siswa SMP dilakukan saat kelas dua. Sedangkan selama ini, Ujian Nasional hanya dilakukan kepada anak kelas enam SD dan murid kelas tiga SMP.

"Mudah-mudahan seluruh kepala sekolah yang mengikuti pelatihan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan bisa mempersiapkan sekolah masing-masing dalam menghadapi perubahan sistem ujian bagi anak-anak Gayo Lues," sebutnya.

Husaini M.Pd., tutor pelatihan dari LPMP Aceh mengatakan sesuai peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Ujian Nasional berakhir tahun 2020 ini. Untuk tahun 2021 mendatang, sistem pelaksaan UN diganti dengan sistem Asesemen Kompetensi Minimal (AKM), seperti survei karakter dan survei lingkungan sekolah.

"Jadi untuk ujian tetap dilakukan, hanya saja dilakukan pihak sekolah masing-masing tanpa ada soal dari kementerian. Untuk menjaga kualitas, itu tugas Dinas Pendidikan lagi menyusun soal bersama-sama dengan pihak sekolah. Pelaksananya bukan Dinas Pendidikan tapi tetap sekolah," katanya.

Menurutnya, khusus untuk sekolah dasar, setiap Agustus akan dilakukan asesmen terhadap siswa kelas lima, bukan lagi siswa kelas enam seperti sebelumnya. Asasemen juga dilakukan berbasis komputer dengan materi literasi dan nomerasi (bahasa dan matematika). Bagi SMP, asrsemen dilakukan kepada siswa kelas dua, dan bagi siswa kelas tiga hanya mengikuti ujian sekolah seperti ujian naik kelas.

"Jadi hasil dari AKM ini bukan sebagai penentu menentukan lulus atau tidaknya siswa, itu untuk menentukan kualitas sekolah masing-masing. Sistem tahun 2021, tidak ada lagi lulus dengan tidaknya siswa," jelasnya.

Menurut Husaini, semua sistem memiliki kelebihan tersendiri, seperti UN memiliki kelebihan bisa dipantau Pemerintah Pusat hasil kompetensi seluruh siswa. Kekurangannya membuat orang tua dan siswa resah lantaran sudah lama sekolah tetapi ditentukan satu hari saat UN lulus atau tidaknya.

"Kelebihan sistem AKM dan survei sekolah ini, Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten bisa mengenal lebih jauh tentang satuan pendidikan. Dan dengan adanya AKM ini, satuan pendidikan harus mempersiapkan anaknya jauh hari untuk melaksanakan pembelajaran. Jadinnya membuat siswa menguasi keterampilan dasar, dan pembelajaran yang menyenangkan, kepala sekolah juga wajib mengadakan kebutuhan jauh hari AKM dilakukan," kata Husaini.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.