19 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Undang Capres-Cawapres Tes Baca Alquran, Ini Kata Ikatan Dai Aceh soal Jadwal

...

  • Fazil
  • 01 January 2019 18:30 WIB

Tgk. Marsyuddin. Foto: Fazil
Tgk. Marsyuddin. Foto: Fazil

LHOKSUKON - Dewan Ikatan Dai Aceh menjadwalkan mengadakan tes baca Alquran bagi kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2019. Usulan itu untuk mengakhiri polemik soal keislaman bagi kedua pasangan calon tersebut.

Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh, Tgk. Marsyuddin Ishaq, S.H.I., mengatakan, pada dasarnya tes baca Alquran untuk kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden itu diwacanakan sudah sejak lama. Pertimbangannya, kata dia, karena kedua pasangan calon itu merupakan umat muslim. 

"Tentunya kita sangat hormat kepada kedua pasangan tersebut, karena mereka semua orang muslim maka sangat layak kita mengundang kedua pasangan itu untuk mengetes mampu baca Alquran. Mengingat politik identitas sedang dimainkan, karena yang terjadi di tengah masyarakat selama ini adalah ada pihak yang meragukan keislaman bagi Prabowo dan Jokowi. Oleh karena itu, tes baca Alquran yang diwacanakan ini untuk menjawab semua polemik tersebut," kata Tgk. Marsyuddin kepada para wartawan di Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa, 1 Januari 2019, sore.

Jika ingin jujur, lanjut Tgk. Marsyuddin, pihaknya sedang membantu terhadap kedua pasangan calon tersebut terkait identitas keislaman mereka. Kata dia,  pihaknya sudah mengajukan surat kepada kedua pasangan calon untuk mengikuti tes mampu baca Alquran. Berdasarkan informasi yang diterima bahwa surat (undangan) itu sudah sampai kepada mereka. Namun sampai saat ini pihaknya belum menerima surat balasan secara resmi dari kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden terkait kehadiran mereka.

"Menurut informasi pihak pasangan 01 Jokowi-Maruf Amin sudah menerima surat undangan itu, dan juga pasangan 02 Prabowo-Sandi. Surat undangan untuk menghadiri tes baca Alquran. Tetapi secara resmi belum kita terima (surat balasan) berkenaan kehadirannya itu," ujar Tgk. Marsyuddin.

Ia menambahkan, dijadwalkan tes mampu baca Alquran itu diadakan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019. Namun, kata dia, berkenaan jadwal akan disesuaikan kembali nantinya, karena mengingat kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden itu mempunyai kesibukannya masing-masing, dan batas waktu surat atau undangan itu berlaku sampai tanggal 8 Januari 2019.

"Tugas atau rencana kami hanya mengundang terhadap kedua pasangan tersebut, selebihnya biarkan rakyat yang menilai nantinya mengenai hadir atau tidak untuk tes baca Alquran tersebut," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan tim penilai tes baca Alquran. Soal tim itu dari mana, nanti akan disampaikan pada kesempatan selanjutnya. "Untuk standar tes baca Alquran adalah tidak mesti harus bagus seperti qari, minimal bacaannya itu fasih dan tidak merubah makna dari ayat yang akan dibacakan tersebut," ungkap Tgk. Marsyuddin.

Tgk. Marsyuddin melanjutkan, para pihak khususnya di Aceh sangat menyambut baik apa yang diwacanakan tersebut. Namun ada juga pihak tertentu yang kurang suka (sepakat) dengan itu. Padahal, kata dia, ini tujuannya untuk kebaikan kedua pasangan calon itu supaya polemik identitas keislaman yang terjadi selama ini bisa terjawabkan semua.

"Kita juga berkoordinasi dengan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berkenaan jadwal dimaksud, jika ada peluang jadwal yang tepat terhadap kedua pasangan itu maka akan disesuaikan nantinya. Hasil tes membaca Alquran tidak memengaruhi keputusan KPU, tetapi sebagai langkah awal untuk mengakhiri politik identitas yang telanjur terjadi selama ini. Kami ingin menguji baca Alquran bagi setiap pasangan calon dimulai dari Aceh," ujar Tgk. Marsyuddin.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.