18 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Unik, Pelanggar Lalu Lintas di Aceh Utara Diberi Tausiah dan Buka Puasa Bersama

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 21 May 2018 22:30 WIB

Pembagian takjil dan nasi gratis untuk pelanggar lalu lintas di Aceh Utara. @Cut Islamanda/portalsatu.com
Pembagian takjil dan nasi gratis untuk pelanggar lalu lintas di Aceh Utara. @Cut Islamanda/portalsatu.com

LHOKSUKON – Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Utara punya cara unik dalam menyapa para pengendara yang tidak patuh hukum. Tanpa tilang, puluhan pengendara sepeda motor yang terjaring razia dikumpulkan di depan Poslantas Terminal Kota Lhoksukon, Senin, 21 Mei 2018, sore. Selain diberikan sosialisasi tentang peraturan berlalu lintas di jalan raya, pelanggar juga diberikan ceramah agama hingga takjil gratis untuk buka puasa bersama.

Pantauan portalsatu.com, di lokasi itu terlihat Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, Kabag Ops Kompol Edwin Aldro, Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddian Syah, dan sejumlah petinggi Polres Aceh Utara lainnya. Terlihat juga puluhan ibu Bhayangkari yang berbaur dan buka puasa bersama para pelanggar peraturan lalu lintas.

Saat dilakukan pemeriksaan, sebagian masyarakat atau pengendara terkejut karena ada razia di bulan Ramadhan. Bagi pengendara dan pengemudi yang tertib lalu lintas, langsung diberikan takjil dan aneka kue, serta dipersilakan melanjutkan perjalanan. Namun bagi pelanggar diberikan dua pilihan, mau ditilang dan melanjutkan perjalanan, atau tidak ditilang tapi mendengarkan marawis, tausiah dan ikut buka puasa bersama, serta diberikan takjil dan nasi gratis.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan ide dari Kasat Lantas dan Polres Aceh Utara mendukungnya. Menurut Ian, kegiatan hari ini tidak hanya memberi imbauan kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas untuk keselamatan, tapi juga pelaksanaan buka puasa bersama dengan para pelanggar.

“Selain diberi pembinaan dari segi hukum, juga ada pembinaan agama. Bagi yang patuh, misalkan pengendara berboncengan (sepeda motor) pakai helm depan belakang atau pengemudi (mobil) pakai sabuk pengaman, itu kita berikan takjil gratis dan langsung lanjutkan perjalanan. Hari ini hanya bersifat pembinaan, tapi ke depan akan kita lakukan penindakan,” tegas Ian Rizkian.

Menurut Kasat Lantas Iptu Sandy Titah Nugraha, sifat malas memakai helm itu harus dicegah dan diubah. Karena memakai helm bukanlah untuk polisi, melainkan melindungi kepala dari benturan fatal apabila terjadi kecelakaan.

“Angka pelanggaran lalu lintas di Aceh Utara cukup tinggi, bahkan sore tadi juga ada kecelakaan di depan terminal dengan korban luka berat karena tidak pakai helm. Jika memakai helm, mungkin lukanya bisa diminimalisir seperti lecet-lecet saja karena kepalanya terlindung helm. Selain faktor malas pakai helm, ada juga stigma ketika Ramadhan polisi tidak melakukan penindakan. Dalam arti pemikiran masyarakat, polisi pasti mengertilah masyarakat sedang melaksanakan ibadah puasa dan aturan bisa dikesampingkan, sehingga masyarakat menjadi tidak tertib,” ungkap Sandy.

“Apa yang kita lakukan hari ini juga untuk menimbulkan rasa malu kepada masyarakat yang tidak patuh (peraturan) lalu lintas, agar ke depannya mereka tidak melanggar lagi. Kita ajak marawis dengan tausiah, kita beri sosialisasi lalu lintas, hingga buka puasa bersama,” ucap Sandy.

Sandy menyebutkan, penindakan represif ternyata terbukti tidak selalu menimbulkan manfaat bagi masyarakat, sehingga dilakukan langkah persuasif. “Di sini kita juga melakukan kegiatan-kegiatan yang mengedukasi, tapi menyentil. Bagaimana caranya mereka mengubah ‘budaya’ yang tadinya melanggar dan tidak tertib menjadi tertib dengan hal-hal yang menimbulkan rasa malu dalam pelanggaran lalu lintas,” pungkas Iptu Sandy Titah Nugraha.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.