26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Tiga Calon Mendaftar
Wajib Setor Dana Partisipasi Rp1 M, Cek Mada: Bagi Ketua Kadin Aceh Itu Uang Receh

...

  • PORTALSATU
  • 11 June 2019 23:00 WIB

Muhammad Mada (Cek Mada). Foto dokumen pribadi
Muhammad Mada (Cek Mada). Foto dokumen pribadi

BANDA ACEH – Musyawarah Provinsi Kamar Dagang dan Industri (Musprov Kadin) Aceh akan digelar di Banda Aceh, 18-19 Juni 2019. Salah satu syarat pendaftaran, bakal calon Ketua Kadin Aceh wajib menyetor dana partisipasi Rp1 miliar. Ketua Steering Committee (Pengarah) Musprov Kadin Aceh, Muhammad Mada, menyebut bagi calon Ketua Kadin Rp1 miliar itu uang receh. Sejauh ini sudah tiga orang yang mendaftar kepada panitia.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Selasa, 11 Juni 2019, ada empat poin syarat pendaftaran bakal calon Ketua Kadin Aceh. Pertama, anggota biasa Kadin aktif tahun 2019. Kedua, pernah menjadi pengurus atau sedang dalam kepengurusan berjalan Kadin atau asosiasi/himpunan dari asosiasi yang masih terdaftar dan aktif sebagai anggota luar biasa Kadin Aceh tahun 2019. Ketiga, bersedia memberi dana kontribusi/partisipasi (hangus/tidak dikembalikan) sebesar Rp1 miliar yang disetor langsung ke rekening Kamar Dagang dan Industri Aceh pada Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7001535158. Keempat, bersedia menandatangani fakta integritas.

Hal itu dibenarkan Ketua Steering Committee (SC) Musprov Kadin Aceh, Muhammad Mada, selaku panita penerima pendaftaran, dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa malam. “Pendaftaran calon, kita sudah buka sebulan yang lalu sampai 12 (Juni 2019), besok,” ujarnya.

(Yang sudah mendaftar) sampai sore ini tiga orang: Said Isa, Makmur Budiman, dan H. Nahrawi,” kata Muhammad Mada akrab disapa Cek Mada.

Cek Mada memperkirakan masih ada yang akan mendaftar sebagai bakal calon, besok/Rabu. “Ada, cuma belum bisa kita buka dulu, karena belum mendaftar secara resmi,” ujarnya.

Apa pertimbangan ditetapkan syarat wajib setor Rp1 miliar?

Menurut Cek Mada, persyaratan tersebut diputuskan dalam rapat panitia dengan pertimbangan Musprov Kadin Aceh kali ini akan dibuat meriah. “(Syarat) itu  diputuskan pertama di rapat kami panitia, rapat Kadin, abis itu di SC. Pertimbangannya, yang paling krusial, karena pelaksanaan (Musprov) Kadin ini sesuai waktu kami audiensi dengan Gubernur, Gubernur mengatakan tolong Kadin hidup kembali, buat Kadin menggema di Aceh karena selama ini sudah vakum”.

“Jadi, kami terjemahkan, kami harus buat acara yang besar. Musyawarah ini yang besar, yang meriah,” kata Cek Mada.

Itulah sebabnya, kata Cek Mada, butuh duit besar. “Makanya kita menjaring calon-calon ketua yang siap lahir batin,” ujarnya.

“Saya juga kalau jadi Ketua Kadin, insya Allah mampu, tapi enggak mampu di uang. Makanya saya tidak mencalonkan diri. Kalau saya ada uang, saya akan mencalonkan diri juga. Jadi sederhana aja,” kata Cek Mada menamsilkan.

Cek Mada menyebut “Rp1 miliar bagi Ketua Kadin kan uang receh itu”.

“Kalau Ketua Kadin mempersoalkan Rp1 miliar, berarti nyalinya terlalu kecil. Jadi, tingkat itu dia takut, apalagi berkorban yang lain juga untuk Kadin,” ujar Cek Mada.

Cek Mada menegaskan, dana partisipasi Rp1 miliar tersebut tidak boleh diminta kembali. “Itu hangus, untuk biaya pelaksanaan Musprov. Kalau pun nanti ada sisanya kita kembalikan ke rekening, kas Kadin. Jadi, lebihnya untuk saya, ndak,” katanya.

“Jadi, saya pikir, enggak perlu calon-calon ketua umum membahas uang Rp1 miliar, tapi bahas program kerja, visi misi. Kalau dia masih mempersoalkan itu, berarti dia ndak mampu,” tegas Cek Mada.

Selama dibuka pendaftaran, apakah banyak yang mempersoalkan syarat itu? “Secara langsung ke kita enggak, tapi dia pakek pihak-pihak lain, provokasi. Tapi kita tahu siapa yang provokasi itu,” ujar Ketua SC ini.

Apakah syarat Rp1 miliar itu bukan untuk mengondisikan calon tertentu dan/atau mengganjal calon tertentu? “Oh tidak, tidak. Hari ini kita lihat dengan daftarnya Nahrawi. Nahrawi itu pengusaha besar migas di Aceh. Dia punya truk BBM itu mungkin 100 unit, punya SPBU sekian unit, punya SPBE. Uang Rp1 miliar bagi Nahrawi itu kan taik kuku menurut saya”.

“Pak Makmur lagi, uang Rp1 miliar itu apa itu Rp1 miliar. Bagi kita (uang) Rp1 miliar kalau ditimpa mati kita. Bagi orang itu kan taik kuku kalau Rp1 miliar. Jadi, kita tidak mempersulit siapa pun, kalau kita persulit kita enggak ekspose kek gini besar, kita diam-diam aja enggak usah promosi di sini, promosi di sana,” kata Cek Mada.

Cek Mada mengatakan, direncanakan pembukaan Musprov Kadin Aceh digelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, 18 Juni 2019, malam. Keesokannya, 19 Juni dilanjutkan Musprov di Hotel Kyriad, Simpang Lima, Banda Aceh. “Kita rencanakan (Musprov) satu hari (setelah acara pembukaan), tapi itu dinamis kan. Disitulah kita perlu (dana) cadangan besar, seandainya itu molor, berapa lagi kita bayar hotel, darimana kita ambil uang,” ujarnya.

Ditanya apa saja yang akan ditampilkan saat Musprov Kadin Aceh nantinya yang katanya ingin dibuat meriah, Cek Mada mengatakan, “Artinya begini, itu tampilannya, yang namanya kami ini panitia, kek perkawinan, menghias ini menghias itu, itu tugas kami, hidang makanan. Mungkin suasananya akan kami buat tampil bedalah”.

“Sedangkan untuk Kadin (Aceh) ke depan itu tugasnya para calon, apa visi misi mereka silakan paparkan,” ucap Cek Mada.[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.