27 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

APBA 2019
Wakil Ketua BEM: Rakyat Butuh Kesejahteraan, Jangan Hanya Untuk Kepentingan Birokrat

...

  • Fazil
  • 11 January 2019 09:00 WIB

Muhammad Sabar. Foto: istimewa
Muhammad Sabar. Foto: istimewa

ACEH UTARA - Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal), Muhammad Sabar, turut menyoroti alokasi belanja dalam APBA 2019 yang dinilai belum memihak kepentingan rakyat Aceh secara luas.

"APBA seharusnya untuk menyejahterakan rakyat. Hemat saya, prakteknya hari ni APBA lebih banyak diserap kepada birokrat dibandingkan mengalokasikan anggaran untuk program prorakyat," kata Muhammad Sabar kepada portalsatu.com, Kamis, 10 Januari 2019.

Baca juga: Anggaran Aceh 2019: Prorakyat atau Pelayan Rakyat?

Sabar menyebutkan, alokasi belanja dalam APBA 2019 sangat besar hingga mencapai Rp17 triliun lebih. Akan tetapi, alokasi belanja untuk program dan kegiatan menyangkut kepentingan rakyat masih minim. Pasalnya, kata dia, banyak anggaran untuk belanja pegawai hingga pengadaan barang dan jasa.

"Lebih menonjol pengalokasian anggaran kegiatan kedinasan untuk pejabat dan pegawai. Sedangkan untuk membangun rumah duafa bagi masyarakat miskin, dana untuk lembaga pendidikan, beasiswa, maupun kebutuhan lainnya yang harus diprioitaskan tampak masih kurang maksimal," ujarnya.

Lihat pula: 'APBA Tak Lagi Murni Menjadi Kebutuhan Rakyat, Tapi Kepentingan Mereka'

Padahal, lanjut Sabar, anggaran yang melimpah itu seharusnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat secara merata. Dia pun berharap Pemerintah Aceh ke depan lebih mengedepankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja baru melalui pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Karena ini salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Selain itu, menurut Sabar, jika dilihat dari visi dan misi Gubernur Aceh menyebutkan bahwa membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional dan regional melalui peningkatan mutu pendidikan secara merata, baik pendidikan vokasional, dayah dan pendidikan umum. Juga memastikan semua rakyat Aceh mendapatkan akses layanan kesehatan secara mudah, berkualitas dan terintegrasi.

"Tetapi kenyataannya sampai saat ini hal tersebut tampaknya belum direalisasikan kepada masyarakat. Artinya, dari sumber APBA itu jangan hanya untuk kepentingan birokrat saja, paling penting adalah bagaimana meningkatkan taraf hidup rakyat Aceh secara merata," ujar Muhammad Sabar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.