18 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Wakil Ketua DPRK: Pemerintah Tak Boleh Mengenyampingkan Krisis LPG

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 22 November 2018 18:40 WIB

Zubir HT., Wakil Ketua DPRK Aceh Utara. Foto: istimewa
Zubir HT., Wakil Ketua DPRK Aceh Utara. Foto: istimewa

LHOKSUKON - DPRK Aceh Utara meminta pemerintah dan pihak kepolisian segera menelusuri penyebab kelangkaan LPG (elpiji) bersubsidi di kabupaten ini. Apalagi saat ini LPG bukan hanya digunakan untuk rumah tangga, tapi juga untuk industri kecil.

"LPG saat ini menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi rumah tangga, maka pemerintah tidak boleh mengenyampingkan krisis LPG yang terjadi di Aceh Utara," ujar Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara, Zubir HT., dalam keterangan tertulis via WhatsApp kepada portalsatu.com, Kamis, 22 November 2018.

Zubir melanjutkan, "Krisis LPG di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe menjadi sangat krusial, terlebih saat ini masyarakat sudah sangat mutlak menggunakan LPG untuk rumah tangganya. Bahkan, kebutuhan LPG saat ini juga digunakan untuk kebutuhan industri dan lainnya".

Menurut Zubir,  jika mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian Liquifed Petroleum Gas (LPG), tabung LPG 3 Kg tersebut diperuntukkan bagi warga miskin berpenghasilan rendah.

"Jumlah penduduk miskin di Aceh Utara 118.740, maka kebutuhan distribusi gas di Aceh Utara juga mengacu pada angka tersebut. Selain karena frekuensi distribusinya yang tidak jelas, jumlah stok yang didistribusikan juga tidak memadai, sehingga setiap didistribusi terjadi antrean yang panjang. Maka dari itu, kita berharap pemerintah bersama pihak kepolisian dapat menindak agen penyalur yang terbukti melakukan penimbunan gas untuk dijual ke agen pengecer dengan harga yang lebih tinggi," pungkas Zubir HT.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.