12 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Wali Nanggroe MPTT-I Subulussalam Bimbing Saina Ucapkan Dua Kalimat Syahadat

...

  • SUDIRMAN
  • 11 July 2020 17:00 WIB

Saina (Aisyah) saat mengucapkan kalimat syahadat dipandu langsung Wali Nanggroe MPTT-I Kota Subulussalam Tgk Amiruddin Zulfarsy. Foto: Sudirman
Saina (Aisyah) saat mengucapkan kalimat syahadat dipandu langsung Wali Nanggroe MPTT-I Kota Subulussalam Tgk Amiruddin Zulfarsy. Foto: Sudirman

SUBULUSSALAM -  Wali Nanggroe MPTT-I Kota Subulussalam, Tgk. Amiruddin Zulfarsy, S.TH., membimbing proses pengucapan dua kalimat syahadat Saina (16) warga Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam menjadi mualaf.

Proses pengucapan kalimat syahadat ini disaksikan Gubernur MPTT-I Kota Subulussalam, Drs. Salmaza, M.A.P., di Balai Abuya Syekh Haji Amran Waly Al Khalidy Shirathal Mustaqim Posko MPTT-I, di Yayasan Pondok Pesantren Mu'jizatul Qur'an, Desa Subulussalam Utara, Kec. Simpang Kiri Kota Subulussalam, Jumat, 10 Juli 2020, sekitar pukul 21:00 WIB.

Usai pengucapan kalimat syahadat, remaja asal kelahiran Mandumas, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ini berganti nama sebelumnya Saina menjadi Aisyah.

[Wali Nanggroe MPTT-I Kota Subulussalam Tgk. Amiruddin Zulfarsy sedang membimbing Saina (Aisyah) mengucapkan kalimat syahadat]

Dilanjutkan peusijuek (tepung tawar) oleh Gubernur MPTT-I dan Wali Nanggroe MPTTI, Ketua BKMT/P2T Ramadhiani, perkumpulan Aceh Peusaboh Droe (APD), Lembaga Masyarakat Darussalam (LMD) dan kelompok persatuan wirid Yasin Dusun Bahagia.

Aisyah masuk Islam didampingi ibu kandungnya, Relly Boru Simbolon yang setahun lalu sudah duluan menjadi mualaf. Sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia. Di hadapan Wali Nanggroe dan Gubernur MPTT-I Kota Subulussalam, Aisyah mengatakan, keputusannya pindah keyakinan dari agama Kristen ke Islam atas kesadaran sendiri tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun.

Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani Aisyah sebagai syarat sebelum ia melakukan pengucapan dua kalimat syahadat dipandu langsung Wali Nanggroe MPTTI Kota Subulussalam, Tgk. Amiruddin Zulfarsy.

Adik Aisyah, Hokdin (9) juga turut menyaksikan kakaknya mengucapkan kalimat syahadat. Namun karena Hokdin yang belum balig atau sampai umur, ia belum melakukan pengucapan dua kalimat syahadat, tapi namanya sudah berubah menjadi Muhammad Ali.  Dalam waktu dekat ia akan khitan (sunat rasul) selanjutnya direncakan masuk program Tahfiz Yatim dan Dhuafa di Pondok Pesantren Mu'jizatul Qur'an.

Gubernur MPTT-I Kota Subulussalam, Salmaza mengatakan setelah menjadi Mualaf, akan dilakukan pembinaan terhadap Aisyah untuk mengenal ajaran Islam lebih jauh. Menurutnya, sesama umat muslim, sudah sewajarnya semua mesti merasa bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan terhadap para mualaf.

Wali Nanggroe MPTT-I Kota Subulussalam, Tgk. Zulfarsy menambahkan, ini suatu keberkahan dari Abuya Syekh Haji Amran Waly Al Khalidy pimpinan MPTT-I Asia Tenggara, di mana cabang MPTT-I Kota Subulussalam mengikuti anjuran Abuya untuk selalu menggelar pengajian dan zikir ratib seribee (kalimat tauhid).[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.