19 January 2021

Kabar Aceh Untuk Dunia

Tinjau Banjir di Rundeng
Walkot Bintang Minta Distanbunkan Data Kebun Petani Terdampak Banjir

...

  • SUDIRMAN
  • 23 November 2020 17:15 WIB

Foto: Sudirman/portalsatu.com
Foto: Sudirman/portalsatu.com

SUBULUSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E., meminta Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunkan) Kota Subulussalam untuk segera mendata kebun petani yang terdampak banjir di 17 desa di Kecamatan Rundeng, Senin, 23 November 2020.

Hal itu disampaikan langsung Wali Kota Affan Alfian Bintang saat meninjau kebun  jagung yang berada di bantaran Sungai Souraya diperkirakan ada 17 desa terendam banjir sebagai mana laporan Camat Rundeng, Irwan Faisal.

Di Kampong Binanga salah satu daerah terendam banjir terdapat area perkebunan jagung seluas sekitat 20 hektare tanaman jagung yang baru saja di tanaman usia dua Minggu lenyap terendam, sehingga hampir dipastikan gagal panen.

"Pihak Distanbunkan tolong data berapa hektare tanaman jagung terendam banjir. Supaya nanti bisa diusulkan untuk pengajuan bibit jagung kembali bagi petani," kata Affan Alfian Bintang kepada Sekretaris Distanbunkan, Herwinsyah Putra saat meninjau kebun jagung terendam banjir di Kampong Binanga.

[Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rundeng, Indra Gunawan, memperlihatkan kondisi buah jagung busuk dan rusak akibat terendam banjir kepada Wali Kota Affan Alfian Bintang saat mengecek kebun jagung milik petani di Kampong Binanga, Rundeng terendam banjir. Foto: Sudirman]

Didampingi Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rundeng, Indra Gunawan, Sekretaris Distanbunkan Kota Subulussalam, Herwinsyah Putra mengatakan untuk Kecamatan Rundeng jumlah area tanam jagung ada sekitar 385 hektare tersebar di 23 kampong di kecamatan tersebut.

Bantuan tersebut berasal dari APBN 2020 bibit jagung pioner seluas 385 hektare untuk Kecamatan Rundeng. Bibit tersebut telah ditanam usia jagung baru sekitar dua Minggu, terendam banjir sekitar 17 desa dari 23 kampong yang ada di Kecamatan Rundeng.

Namun kata Herwinsyah Putra, pihaknya belum memiliki data akurat terkait luas area kebun yang terendam banjir karena tidak bisa langsung turun ke lokasi ketinggian air masih sangat dalam, apalagi curah hujan terus mengguyur wilayah Kota Subulussalam sejak beberapa hari terakhir. 

Namun untuk gambaran umum, kata Herwinsyah Putra diperkirakan ada ratusan hektare tanaman jagung terendam banjir jika melihat luas sebaran wilayah yang terendam mencapai 17 desa. Tanaman jagung yang berusia sekitar dua Minggu ini besar kemungkinan gagal panen karena terendam sampai ke pucuk.

"Untuk Kecamatan Rundeng luas penanaman 385 hektare, hampir seluruhnya terdampak banjir. Di sini Desa Binanga lokasi tertinggi tapi sini banjir juga, ada 20 hektare yang baru saja ditanam usia baru dua Minggu, jika melihat fakta banjir hari ini, 85 persen itu tanaman akan mati karena terendam banjir," ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya berharap agar banjir cepat surut sehingga tidak menimbulkan kerusakan lebih parah lagi. Menurutnya, produksi jagung tahun ini akan menurun drastis mengingat luas tanaman jagung gagal panen mencapai ratusan hektare akibat terendam banjir.

Herwinsyah Putra mencotohkan tanaman jagung sebelumnya yang sudah berusia tiga bulan harus dipanen lebih awal. Idealnya masa panen empat bulan supaya memperoleh hasil maksimal.

Namun karena faktor banjir, petani tidak ada pilihan selain memanen kebun jagung lebih awal agar tetap bisa mendapatkan hasil walaupun sedikit. Bahkan ada juga beberapa kebun tampak terbengkalai tak dipanen sama sekali karena buah banyak busuk akibat lama terendam banjir seperti yang terlihat di salah satu kebun petani di Desa Binanga.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2021 All Rights Reserved.