13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Wapres JK: Aksi Separatisme di Papua Pengkhianatan NKRI

...

  • REPUBLIKA
  • 08 December 2018 22:00 WIB

Petugas membawa kantong jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis (6/12/2018). Antara/Jeremias Rahadat
Petugas membawa kantong jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis (6/12/2018). Antara/Jeremias Rahadat

BANDAR LAMPUNG - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) berpendapat, tragedi pembunuhan pekerja PT Istaka Karya di Papua merupakan tindakan kriminal dan harus dihukum secara keras. JK menilai, tindakan tersebut telah melanggar ketentuan negara kesatuan.

"Motif separatisme macam-macam, apapun dibuat pemerintah tetap saja ingin merdeka, itu melanggar ketentuan kita bersama, negara kesatuan, NKRI. Itu harus tentunya dilawan," ujar JK usai menutup Silaknas ICMI di Universitas Bandar Lampung, Sabtu, 8 Desember 2018.

Pembangunan jembatan di Kali Yigi, Kabupaten Nduga, Papua merupakan bagian dari Nawacita pemerintah untuk membangun wilayah Indonesia timur.

JK mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat Papua. Selain itu, pembangunan jembatan tersebut dapat memperbaiki logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut JK, pihak-pihak yang berniat menyerang dan menggagalkan pembangunan tersebut berarti telah menghianati kemajuan Papua.

"Kalau itu diserang maka ya itu kan mengkhianati kemajuan Papua, atau apapun caranya itu kriminal, dan pembunuhan semua hukumnya keras. Jadi kita hanya menjalankan hukum aja, siapa yang berbuat itu akan mendapat hukuman," kata JK.

Berkaca dari kejadian tersebut, JK mengatakan, ke depan setiap ada pekerjaan pembangunan infrastruktur di wilayah rawan akan dikawal oleh TNI dan Polri.

Reporter: Rizky Jaramaya.[]Sumber: republika.co.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.