18 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Warga Galang Dana Untuk Bangun Rumah Janda Miskin

...

  • PORTALSATU
  • 12 February 2018 22:20 WIB

Herman Ibrahim saat mengunjungi rumah Nuraini, janda miskin yang memiliki tiga anak kecil di Gampong Ule Jalan. @istimewa
Herman Ibrahim saat mengunjungi rumah Nuraini, janda miskin yang memiliki tiga anak kecil di Gampong Ule Jalan. @istimewa

LHOKSEUMAWE – Sejumlah warga Gampong Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, menggalang dana untuk pembangunan rumah Nuraini, 28 tahun, janda miskin yang memiliki tiga anak kecil di Gampong Ule Jalan.

Penggalangan dana dikoordinir Ustaz Ikhwansyah, M.A., bersama Herman Ibrahim dan Jalaluddin. Sebelumnya, ketiga warga Uteun Bayi itu bersama teman-teman mereka sudah membangun rumah sederhana untuk Nuraini, 60 tahun, janda miskin di Gampong Banda Masen. Pembangunan rumah untuk Nek Nuraini selesai dikerjakan empat hari, 6-10 Februari 2018.

“Dalam bulan Januari lalu, Alhamdulillah, kita juga berhasil merehab rumah tiga warga miskin. Yaitu, rumah Wijaya, 47 tahun, warga miskin di Banda Masen, rumah Nek Halimah, 73 tahun, janda miskin di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, dan rumah Sulaiman, 60 tahun, warga miskin di Gampong Alue Awe, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe,” kata Jalaluddin didampingi Herman Ibrahim, Senin, 12 Februari 2018.

Tiga anak yatim

Herman Ibrahim mengatakan, saat membangun rumah Nek Nuraini di Banda Masen, pekan lalu, pihaknya mendapat informasi ada seorang janda miskin di Gampong Ule Jalan yang kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. “Kami kemudian mengecek langsung ke lokasi, dan ternyata benar rumahnya tidak layak huni. Nama janda miskin itu, Nuraini, 28 tahun, memiliki tiga anak yang masih kecil,” ujarnya.

“Tiga anak yatim itu, yang pertama usianya sembilan tahun, siswi kelas tiga SD Ule Jalan. Anak kedua delapan tahun, siswa kelas dua SD. Anak yang terakhir enam tahun, belum sekolah, dan mengalami suatu penyakit bawaan sejak lahir. Menurut Nuraini, anaknya yang paling kecil itu juga sering sesak,” kata Herman yang juga tokoh pemuda Uteun Bayi.

Herman menjelaskan, berdasarkan keterangan janda miskin itu, suaminya, Irwan yang merupakan tukang bangunan, sudah meninggal dunia empat tahun silam. “Selain rumahnya tidak layak huni, anak-anak Nuraini itu juga sering kekurangan makanan,” ujarnya.

“Selama ini, Nuraini bekerja tung upah (buruh) pencuci pakaian orang lain dengan penghasilan yang tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil,” kata Jalaluddin menyambung penjelasan Herman.

Itulah sebabnya, kata Jalaluddin dan Herman, pihaknya bersama Ustaz Ikhwansyah mengajak teman-teman yang lain supaya ikut menyumbangkan uang sesuai kemampuan, sehingga dapat dibangun rumah layak huni untuk Nuraini di Ule Jalan.

Ustaz Ikhwansyah mengatakan, mencintai orang miskin adalah landasan kecintaan pada Allah. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat pada Abu Dzar Al Ghifari: “Kekasihku (Rasulullah) shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: antara lain, supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, dan beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku”,” kata dai kondang di Lhokseumawe ini mengutip hadis yang shahih itu.

Menurut Ustaz Ikhwansyah, memperjuangkan atau membantu kebutuhan untuk orang miskin termasuk jihad di jalan Allah. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus” (HR. Muslim).[](idg

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.