17 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Wartawan Demo Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe

...

  • DATUK HARIS MOLANA
  • 29 October 2015 17:30 WIB

Aksi demo wartawan di DPRK Lhokseumawe. @Datuk/portalsatu.com
Aksi demo wartawan di DPRK Lhokseumawe. @Datuk/portalsatu.com

Aksi tersebut diikuti wartawan Pase berasal dari lintas organisasi, baik PWA, AJI, PWI dan organisasi profesi wartawan lainnya.

LHOKSEUMAWE- Puluhan wartawan media cetak, online, radio dan televisi melakukan aksi demo di DPRK Lhokseumawe, Kamis 29 Oktober 2015 siang.

Aksi tersebut untuk memprotes Wakil Ketua II DPRK T. Sofianus akrap disapa Pon Cek yang menyatakan wartawan baru menulis berita setelah dibayar. Pon Cek mengatakan itu di depan puluhan mahasiswa, Rabu (kemarin), yang berdemo menuntut pemerintahan Jokowi segera menuntaskan permasalahan kabut asap.

Aksi damai para wartawan dimulai pukul 14:00 WIB.  Dari Lapangan Hiraq Lhokseumawe, para wartawan long march menuju gedung DPRK. Di sana, aksi  wartawan dijaga ketat personil Polres Lhokseumawe. Tak lama kemudian Wakil Ketua I DPRK Suryadi, Wakil Ketua II DPRK T. Sofianus, dan Sekwan Murtalabuddin ke luar dari gedung dewan menemui para wartawan yang tengah berorasi secara bergantian.

Amatan portalsatu.com, para wartawan mengusung poster bertuliskan, "T. Sofianus harus belajar beretika lagi”. Ada pula tulisan, "Pelecehan terhadap jurnalis tidak selesai dengan kata maaf,” dan “Jaga tutoe Pon Cek, jurnalis bukan pengemis”.

Aksi tersebut diikuti wartawan Pase (Lhokseumawe dan Aceh Utara) berasal dari lintas organisasi, baik Persatuan Wartawan Aceh (PWA), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan organisasi profesi wartawan lainnya.

Koordinator aksi, Rahmad YD didampigi Ketua Umum PWA Maimun Asnawi, Ketua AJI Lhokseumawe Masriadi Sambo dan Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe Sayuti Achmad mengatakan, setelah aksi ini persoalan pelecehan profesi wartawan belum berakhir, karena akan dilanjutkan ke ranah hukum.

Di hadapan Wakil Ketua I DPRK Suryadi, Sekwan Murtalabuddin, termasuk Wakil Ketua II DPRK T. Sofianus, Rahmad membacakan pernyataan, pertama, agar anggota dewan memahami UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kedua, meminta T. Sofianus memohon maaf secara tertulis kepada seluruh media dan organisasi profesi wartawan. Permohonan maaf harus disampaikan di hadapan mahasiswa yang berdemo saat memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Ketiga, mendesak pimpinan DPRK Lhokseumawe dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk mengkaji ulang T. Sofianus sebagai wakil ketua. Keempat, meminta Partai Demokrat agar melatih kadernya bagaimana cara berkomunikasi yang baik di depan umum. Kelima, kekeliruan ini menjadi pelajaran berharga, khususnya anggota dewan untuk menghargai profesi lainnya.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.