28 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Waspadai Munculnya Aliran Sesat dengan Nama Berbeda

...

  • Murdeli
  • 17 September 2020 20:15 WIB

Foto: Murdeli
Foto: Murdeli

BIREUEN - Maraknya aliran sesat dan menyesatkan di Provinsi Aceh membuat semua pihak harus waspada. Guna mengantisipasi munculnya kembali aliran sesat dengan nama yang berbeda.

Hal itu disampaikan Asisten I Setdakab Bireuen, Mursyid, S.P., mewakili Bupati Bireuen membuka pertemuan Tim Pemantau Keberadaan Aliran Sesat yang digelar Pemkab Bireuen melalui Badan Kesbangpol di Bireuen, Kamis, 17 September 2020.

Mursyid menyebut Aceh adalah provinsi berpenduduk mayoritas muslim dengan kearifan lokalnya yang sangat tinggi dan sedang gencar melaksanakan syariat Islam.

Dengan perkembangan zaman maka munculnya aliran sesat dan paham radikal yang mengganggu ketenangan bangsa. 

"Begitu juga dengan ajaran syiah yang sudah difatwakan MUI sebagai sesat dan menyesatkan yang harus diwaspadai. Dengan ancaman tersebut seluruh elemen masyarakat khususnya kalangan ulama, lembaga keagamaan dan simpul organisasi Islam untuk bersama mendukung penerapan syariat Islam dan menegakkan amar makruf nahi mungkar," katanya.

Jika pemerintah tidak secepatnya mengantisipasi keberadaan aliran sesat dikhawatirkan dapat mengancam rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Perpecahan antarumat beragama bisa saja berawal dari banyaknya aliran sesat.

"Aliran sesat yang sangat bertentangan dengan agama Islam dan dikhawatirkan ada oknum yang dengan sengaja berkedok muslim untuk menyebarluaskan pahamnya," papar Mursyid.

Menurut Mursyid, untuk antisipasi banyak hal yang dapat dilakukan dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Memakmurkan masjid dengan safari Subuh dan majelis taklim serta memperbanyak dan mengembangkan pusat pendidikan Islam.

Kepala Badan Kesbangpol Bireuen, Zaldi AP., mengatakan pertemuan Tim Pemantauan Keberadaan Aliran Sesat di bertugas mencari dan mengumpulkan serta mengkoordinasikan informasi dari berbagai sumber mengenai keberadaan aliran sesat di Kabupaten Bireuen.

"Menjalin komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait mengenai perkembangan keberadaan aliran sesat dan memantau gerak gerik keberadaan aliran sesat di Kabupaten Bireuen,' katanya.

Berikutnya memberi masukan dan bahan pertimbangan kepada Bupati Bireuen mengenai kebijakan yang berkaitan dengan perkembangan keberadaan aliran sesat. 

Kegiatan itu diikuti 37 peserta terdiri dari kepala dinas terkait, kepala Kantor Kemenag Bireuen, unsur TNI dan Polri, tokoh agama dan para camat dalam Kabupaten Bireuen berlangsung sehari.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.