23 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


YARA Kritisi Wacana Disdikbud Subulussalam Rekrut Ulang Guru Kontrak

...

  • SUDIRMAN
  • 09 July 2019 11:30 WIB

Edi Sahputra, Ketua YARA Subulussalam. Foto Sudirman
Edi Sahputra, Ketua YARA Subulussalam. Foto Sudirman

SUBULUSSALAM - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Subulussalam mengkritisi wacana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat untuk merekrut ulang guru honorer (kontrak) dinilai tidak tepat. Bahkan, menurut YARA, kebijakan itu justru menzalimi guru yang sudah puluhan tahun mengabdi/mengajar di sekolah-sekolah.

"Kita sangat berharap banyak kepada kadis pendidikan yang baru membawa warna yang lebih baik terhadap dunia pendidikan Kota Subulussalam, bukan malah menambah penderitaan para guru kontrak," kata Ketua YARA Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra dalam siaran pers dikirim kepada portalsatu.com, Selasa, 9 Juli 2019.

Menurut Edi Sahputra seharusnya Kepala Disdikbud Kota Subulussalam yang baru fokus pada pembinaan tenaga didik, seperti identifikasi, evaluasi dan pelatihan untuk meningkatkan mutu tenaga pengajar agar pendidikan di Bumi Sada Kata lebih maju.

"Seharusnya berpikir bagaimana menaikan gaji mereka agar layak sesuai kebutuhan hidup, jika ada guru kontrak yang tidak disiplin, jarang masuk kasih peringatan. Jika tidak diindahkan ambil tindakan tegas," ungkap Edi Sahputra.

"Dan jika ada kekurangan tenaga pengajar maka ditambah dengan perekrutan seleksi guru baru, itu yang harus dibenahi bukan selalu setiap tahun diseleksi secara keseluruhan," kata Edi Sahputra menambahkan.

Edi Sahputra  khawatir seleksi tersebut nantinya menzalimi hak guru, bayangkan mereka yang sudah memiliki NUPTK mengajar sudah bertahun-tahun lalu tidak lulus. Hal ini terjadi pada seleksi tahun lalu, banyak guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengajar  tidak lulus.

Menurut Edi Sahputra, kebijakan Kepala Disdikbud Kota Subulussalam, yang baru melakukan seleksi ulang guru kontrak dinilai ilegal karena SK guru honorer sudah dikeluarkan kadis sebelumnya untuk masa satu tahun.

"Sementara SK pengangkatan guru kontrak tersebut belum dibatalkan tetapi akan dilakukan seleksi ulang, jika dilakukan juga maka jelas tidak sah secara hukum karena SK lama belum dicabut," tegas Edi Sahputra.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.