20 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Zaini Abdullah Pamit

...

  • portalsatu.com
  • 12 June 2017 02:53 WIB

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, berpamitan kepada seluruh jamaah peringatan Nuzulul Quran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu, 11 Juni 2017. Dia menyebutkan, Juni merupakan bulan terakhir untuknya menjabat sebagai Gubernur Aceh.

"Saya pribadi dan keluarga merasa sangat bangga kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberi dukungan kepada saya dan Muzakir Manaf dalam menjalankan tugas," kata Zaini Abdullah.

Dalam kegiatan tersebut, Zaini juga meminta maaf karena tidak mampu memenuhi seluruh harapan masyarakat Aceh. Namun, dia optimis jika pemerintahan selanjutnya akan mampu lebih baik dalam menjawab seluruh kebutuhan rakyat Aceh.

"Kami percaya pemimpin Aceh berikutnya dapat lebih baik memenuhi harapkan rakyat," kata Zaini Abdullah.

Seperti diketahui, Zaini Abdullah merupakan Gubernur Aceh terpilih pada Pilkada 2012 lalu. Dia diusung Partai Aceh bersama Ketua KPA/PA H. Muzakir Manaf.

Dalam perjalanannya, pasangan ini kemudian terlihat sedikit berbeda pandangan dalam menjalankan kemudi pemerintahan Aceh. Zaini Abdullah yang kemudian keluar dari Partai Aceh mencalonkan diri secara independen di Pilkada 2017 lalu. Sementara H Muzakir Manaf juga mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh yang diusung oleh Partai Aceh, Gerindra, PKS dan PBB.

Sebelumnya, Zaini Abdullah dalam kampanye politiknya di Pilkada 2012 sempat naik daun dengan beberapa janji politik yang disampaikan. Janji politik ini pula yang diduga menjadi ganjalan mantan kombatan GAM ini terpilih kembali di perhelatan demokrasi tempo hari.

Dikutip dari harian Serambi Indonesia,  Senin, 25 Juni 2012, sejumlah janji politik yang disampaikan Zaini-Muzakir adalah seperti mewujudkan pemerintahan Aceh yang bermartabat, mengimplementasikan dan menyelesaikan turunan UUPA, dan komit menjaga perdamaian Aceh sejalan dengan MoU Helsinki.

Dari janji tersebut, menyelesaikan turunan UUPA diduga menjadi hambatan terbesar Zaini-Muzakir untuk terpilih kembali di Pilkada berikutnya. Pasalnya, Qanun Bendera dan Lambang Aceh masih coolling down dan tidak diketahui nasibnya. Padahal, qanun ini sudah dilembardaerahkan oleh Pemerintah Aceh tetapi tidak mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. 

Selain itu, janji politik yang menjadi rapor merah untuk Zaini Abdullah adalah pemberangkatan jamaah haji Aceh dengan kapal pesiar, naik haji gratis bagi anak Aceh yang sudah akil baligh, serta menjadikan Aceh layaknya Brunei Darussalam dan Singapura.

Janji politik lainnya yang diduga masih belum terpenuhi adalah pendidikan  gratis dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi, memberikan Rp1 juta per KK per bulan dari hasil dana Minyak Bumi dan Gas (Migas), memberantas kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran di Aceh.

Namun di balik semua janji politik yang belum terpenuhi tersebut, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf juga mendulang beberapa prestasi. Salah satunya seperti berhasil mengubah Badan Pertanahan Nasional menjadi Badan Pertanahan Aceh, meningkatkan jumlah kuota jamaah haji Aceh, dan mengangkat sejumlah honorer menjadi pegawai negeri di Aceh.

Selain itu, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf juga berhasil melaksanakan sejumlah pembangunan infrastruktur seperti pengadaan payung dan parkir bawah tanah Masjid Raya Baiturrahman, pembangunan jembatan Krueng Lamnyong, Krueng Cut, dan pembangunan jalan layang Simpang Surabaya serta sejumlah pembangunan penting lainnya di Aceh.

Masa kepemimpinan pasangan ini juga berhasil mengubah sejumlah status perguruan tinggi swasta menjadi negeri, pemberian beasiswa, pembangunan rumah dhuafa,  dan merealisasikan sejumlah qanun kepentingan Aceh di tingkat nasional.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.