18 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Dukung Dijadikan Objek Wisata Sejarah
Ziarah Makam Habib Bugak, Ketua DPRA: Jalan dan Pagar Harus Dibenahi

...

  • PORTALSATU
  • 13 September 2018 16:00 WIB

Ketua DPRA Tgk Muharuddin bersama Bupati Bireuen Saifannur di makam Habib Bugak. @istimewa
Ketua DPRA Tgk Muharuddin bersama Bupati Bireuen Saifannur di makam Habib Bugak. @istimewa

BIREUEN – Ketua DPR Aceh, Tgk. Muharuddin, berziarah ke makam Habib Abdurrahman Bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak di Gampong Bugak Krueng, Kecamatan Jangka, Bireuen, Rabu, 12 September 2018, sore. Tgk. Muharuddin menilai makam Habib Bugak layak mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Aceh atas jasanya mewakafkan hartanya untuk masyarakat Aceh.

“Harta kekayaan Habib Bugak yang telah diwakafkan menjadi salah satu aset Aceh yang saat ini diterima manfaatnya bagi seluruh jamaah haji Aceh. Setiap tahunnya jika kita akumulasikan sekitar Rp25 miliar yang diberikan untuk jamaah haji Aceh, masing-masing Rp5 juta. Begitu besar kontribusi beliau, maka Pemerintah Aceh harus memberikan perhatian khusus bagi pahlawan Aceh ini,” kata Tgk. Muharuddin.

Tgk. Muhar menyebutkan, pembenahan areal makam Habib Bugak sudah dilakukan sebagian oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen dengan pemugaran. Namun, Tgk. Muhar melihat jalan menuju makam dan pagar masih harus dibenahi.

“Untuk pembangunan pagar akan saya upayakan di tingkat provinsi, yang dalam waktu dekat akan kami bahas bersama dengan Disbudpar atau Gubernur Aceh. Sementara untuk akses jalan, sementara ini kita pulangkan ke Pemkab Bireuen. Jika dibutuhkan anggaran, maka akan kita perjuangkan di tingkat provinsi dengan syarat status jalan harus ditingkatkan dari kabupaten menjadi jalan provinsi,” ujarnya.

Tgk. Muhar berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menjadikan makam Habib Bugak sebagai situs sejarah yang akan menarik kunjungan wisatawan luar. Menurut dia, Aceh saat ini banyak dikunjungi para wisatawan luar. Namun, objek wisata yang dikunjungi hanya Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

“Untuk itu diharapkan makam Habib Bugak ini dapat dijadikan salah satu objek wisata sejarah Aceh. Dinas terkait diharapkan gencar mempromosikan tentang makam ini agar masyarakat dan wisatawan luar mengetahui sejarah atau kisah kedermawanan Habib Bugak,” kata Tgk. Muhar.

Habib Bugak merupakan ulama dermawan asal Aceh di Mekkah. Sekitar tahun 1803 Masehi, Habib Bugak mewakafkan tanah dan bangunan dimilikinya untuk masyarakat Aceh yang dikelola Pemerintah Arab Saudi. Hasil pengelolaan harta Habib Bugak setiap tahunnya disumbangkan untuk kebutuhan Masjidil Haram dan jemaah haji asal Aceh yang berangkat ke tanah suci.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.