01 June 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


4 Jenis Manusia Menurut Syeikh Abdul Qadir Jailani

...

  • portalsatu.com
  • 19 May 2020 09:15 WIB

MANUSIA dikaruniai pikiran dan akal. Namun ketidaksempurnaan melekat di dirinya hingga terdapat klasifikasi empat macam manusia.

Mahaguru para ulama Syeikh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Futuhul Ghaib menjelaskan keempat macam manusia tersebut secara rinci, termasuk bagaimana menyikapi mereka.

1. Manusia yang tak mempunyai lidah dan hati

Orang seperti ini dianalogikan sebagai kulit padi atau gabah yang tidak berbobot, kecuali Allah SWT mengasihi dan membimbing hati mereka untuk beriman kepada-Nya. Lantaran mereka terkenal sebagai ahli maksiat, bodoh, dan hina.

Syeikh Abdul Qadir Jailani menyarankan agar tidak bergaul dengan manusia semacam ini, kecuali siap menjadi pembimbing, pemimpin serta penyeru agama bagi mereka. Jika ada yang melakukan hal kebajikan tersebut, maka Allah SWT mencatatnya sebagai pejuang dan akan diberikan pahala layaknya para nabi dan rasul. 

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib r.a., "Jika Allah membimbing seseorang melalui perantara bimbinganmu, maka hal itu lebih baik bagimu dari apa saja yang disinari oleh matahari."

2. Manusia yang punya lidah tapi tidak berhati

Manusia semacam ini cara bicaranya bijak, tetapi tidak mengamalkannya. Sikapnya jijik kepada aib orang lain, tapi dia sendiri tenggelam dalam keaiban. Kesalehannya terlihat di mata orang banyak, tapi dosanya besar di hadapan Allah SWT. Bahkan Rasulullah memperingatkan dalam sebuah hadist: "Hal yang paling aku takuti terjadi pada umatku adalah munculnya para ulama busuk (jahat)." 

Syeikh Abdul Qadir Jailani juga memperingatkan agar jangan pernah bersinggungan dengan orang semacam ini. Lantaran lidah manisnya akan membuat api dosa ikut menyambar orang sekitarnya. Kebusukan hatinya juga membinasakan orang lain.

3. Manusia tak memiliki hati tapi tak berlidah

Tipikal orang beriman yang disembunyikan oleh Allah SWT dari seluruh makhluk-Nya. Allah SWT memeliharanya agar aib-aibnya tersimpan, mencerahkan hatinya, membuatnya sadar akan mudharat berbaur dengan manusia dan ucapan yang buruk.

Jenis orang semacam ini meyakini sikap diam dan menyendiri dari manusia adalah caranya menyelamatkan diri dari dosa. Salah satu sabda Rasulullah yang menjadi pegangan hidupnya: "Barang siapa senantiasa diam, maka dia akan memeroleh keselamatan."

4. Sang Agung yang mengenal Allah SWT

Allah SWT menitipkan pengetahuan rahasia-Nya ke dalam hati manusia jenis ini. Allah SWT memilihnya, mendekatkan-Nya serta membimbing-Nya menuju pintu kedekatan-Nya. Ia kemudian berfungsi menjadi penyeru, pemberi peringatan sekaligus hujattullah atau argumentator bagi Allah SWT.

Allah SWT juga menjadikannya pemberi sekaligus penerima syafaat serta orang jujur dan dapat dipercaya. Inilah tingkatan tertinggi dalam kehidupan manusia hingga hampir mencapai maqam kenabian.

Berhati-hatilah dan jangan sampai menentang atau menjauhi orang semacam ini karena nasehat dan perkataannya adalah jalan keselamatan yang diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT.

Mudah-mudahan sekelumit petunjuk dari Syeikh Abdul Qadir Jailani tersebut bisa menjadi pembimbing menuju kehidupan yang penuh keridhoan Allah SWT.[]Sumber:okezone

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.