26 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Aktivasi Pertolongan Allah

...

  • portalsatu.com
  • 11 February 2020 22:00 WIB

Seorang mukmin mesti yakin  bahwa apapun yang menimpanya tak luput dari Timbangan Allah. Dalam menyikapi itu, seseorang bisa bersyukur dan bersabar. Dua kata terakhir merupakan ringkasan keutamaan diri dalam suasana apapun.

Pada praktiknya tidak mudah untuk sampai pada tingkat itu.  Bersyukur dan bersabar tadi bagai  pelita dengan cahayanya. Tidak hanya dalam kesempitan dan kesusahan, seseorang mesti tetap dalam dua sikap itu saat senang dan lapang. Jalinan antar dua kata itu adalah ketaatan, kebaikan dan kebenaran yang teraplikasi dalam keseharian.

Banyak "ayat" yang dijadikan Allah sebagai tanda dan sinyal agar kita ingat dan bertaqarrub padaNya. Apatah lagi saat susah, sempit dan penuh derita. Bila pesan ini tak juga sampai, alangkah rugi, sementara "kesenangan" tak  tanpak di hadapan mata.

Setiap perkara yang kita anggap sempit tadi, susah dan derita, bisa menjadi titik tolak dan lompatan untuk lebih sadar dan mengenaliNya. Titik tolak ini, sering disebut dalam psikologi modern sebagai  zero mind, merasa diri kosong dan butuh pertolongan Allah. 

Sebab, bisa jadi, kita lebih banyak membutuhkan jenis pertolongan lain daripada langsung meminta ilhamNya dan memohon bantuanNya. Mungkin kita lebih mengandalkan  relasi, kerja sampingan, modal usaha dan ragam solusi alternatif lainnya saat terhimpit kesusahan hidup.

Ungkapan ini tidaklah menapikan ikhtiar yang maksimal, tetapi bagaimana kita mempersepsi permasalahan kita dan titik tolak perbaikannya.

Dari sini kita mulai belajar kembali bagaimana "mengaktifkan" pertolongan Allah dalam skala apapun. Diantara yang paling lazim adalah dengan kembali menyadari keberadaan diri (proses menjadi zero,lemah tak berdaya) dengan langkah perbaikan internal. 

Hal ini bisa dilakukan dengan istighfar dan taubat, muhasabah diri dan meningkatkan sisi amal dan ibadah yang "bolong" dan tak berkualitas saat dikerjakan. Sembari terus menilik diri sejauh mana, kita telah menolong orang lain dengan kemampuan kita yang paling maksimal. Karena secara sosial,pertolongan Allah ada saat seseorang menolong orang lain pula.

Jadi dalam hal pertolongan Allah ini, seseorang mesti menanggalkan gengsi akademis dan nalarnya sesaat, apalagi saat ia berada dalam kesempitan dan kesusahan. Setelah itu barulah ia berinisiatif (berkreasi) dan berazzam dan berserah diri. Begitulah seterusnya dalam susah dan senang. Moga Allah Selalu Membimbing kita. Aamiin.....[]


Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia Kab. Aceh Barat
Melayani Prog. Seminar dan Pengembangan SDM

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.