24 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Alquran Mengungkap Fakta tentang Burung

...

  • portalsatu.com
  • 22 January 2020 21:30 WIB

Burung hud-hud. @ebird.org
Burung hud-hud. @ebird.org

Diantara mu'jizat Alquran adalah kedalaman isi, keluasan makna dan orientasi (jangkauannya) tinggi/jauh. Ini menjadi bukti  yang mudah dicerna bahwa Alquran merupakan wahyu dan kalam Allah.Maka bersyukur kita yang telah memercayai Alquran sebagai kitab yang terlpelihara kemurniannya.

Ada banyak muatan Alquran tentang tabiat alam. Alquran tidak hanya menunjukkan tentang semesta yang luas,tapi juga menyinggung apa yang terjadi dalam diri manusia.

Diantara unsur alam yang diangkat Alquran adalah burung. Saat bicara tentang ini, ada beberapa, konteks yang bisa kita tunjukkan yang kemudian menjadi fakta dan isyarat ilmiah dalam dunia modern kini.

Pertama, secara signifikan disebut jenis burungnya yaitu hud hud. Ini ada dalam jalinan ayat yang berkaitan tentang kekuasaan nabi Sulaiman yang memahami bahasa binatang. Sang hud hud menjadi agen rahasia dalam misi nabi Sulaiman. Bila burung itu berdusta akan keterangannya, ia tidak hanya disembelih, tapi sebelumnya akan dicabut bulunya satu persatu.

Kedua, hampir sama dengan poin di atas, yaitu sebutan burung "ababil", burung yang berbondong/menutup awan yang menjatuhkan batu/tanah panas saat akan menghancurkan tentara Abrahah ketika ingin menghancurkan ka'bah. Ini telah menjadi fakta yang tampak langsung oleh masyarakat makkah pada tahun kelahiran nabi Muhammad SAW.

Ketiga, Burung-burung disebut Allah dalam Alquran sebagai layaknya "umat" dalam kultur manusia. Diantaranya menunjukkan bahwa mereka "berbangsa , berjenis, beraktivitas, berkelompok dst". Hingga berkembang kemudian menjadi ornitologi dalam cabang biologi modern.

Keempat, adapun secara teknis, sebutan burung ada di surat Almulk (dan surat lainnya) ayat 11. Disebutkan bahwa para burung itu memiliki strategi terbang dan tujuannya (visi). Mereka membuat barisan di udara (untuk mengurangi tekanan). Sedangkan kemampuan terbangnya disebut langsung dalam "genggaman" Allah yang Rahman. Allah yang "Merancang" program terbangnya dan mengendalikannya serta menjamin rezeki burung itu. Di poin ini dikenal kemudian dengan ilmu airodinamika dan semua ilmu penerbangan.

Kelima, Gagak dan Salwa. Gagak diceritakan berkaitan dengan tentang peristiwa terbunuhnya Habil, gagak  menjadi cara Allah mengajari manusia awal untuk menguburkan mayat saudaranya. Sehingga kemudian gagak seakan identik dengan burung kematian, pemakan bangkai.

Adapun salwa, sejenis puyuh, menjadi indikasi nikmat Allah pada Bani Israil, Yahudi, mendapatkan makanan dari langit/surga. Sehingga pada surat Alwaqiah, diantara penduduk surga ada yang disediakan hidangan burung yang dia sukai. Seakan burung salwa tadi "mendekatkan" mereka pada surga Allah bila selalu taat  kepada nabi nabiNya.

Demikianlah sekelumit tentang aspek pandangan Alquran tentang burung. Sungguh, untuk mempelajari satu aspek ini saja akan menghabiskan seluruh usia kita. Betapa luasnya samudera Alquran dan betapa kecilnya pengetahuan yang kita miliki. Subhanallah...[]

Taufik Sentana
Praktisi pendidikan Islam.
Peminat studi tadabbur Alquran.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.