12 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Amalkan Zikir Ini Untuk Menyembuhkan Penyakit dan Terhindar dari Gangguan Setan

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 09 February 2018 16:30 WIB

Zikir Asmaul Husna ke-33 bernama “Al-'Adhim”. Kata ‘Adhim pada dasarnya dari kata a-dha-ma, yang berarti agung atau besar. Secara fisik, agung itu berarti besar, panjang, lebar, tinggi, sekaligus dalam. Ada yang bisa dijangkau dengan kasat mata, ada yang tidak. Gunung yang besar dan tinggi disebut agung karena kebesaran dan ketinggiannya, sekalipun masih dapat dijangkau oleh pandangan mata. Demikian juga binatang gajah disebut agung dibanding binatang lainnya karena fisiknya yang besar dan berat.

Di samping keagungan yang bersifat fisik atau materil, ada juga keagungan yang bersifat immateril, seperti keagungan perilaku atau akhlak. Rasulullah saw., dipuji oleh Allah karena akhlaknya yang agung. Dia berfirman,
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah orang yang berakhlak agung (mulia).” (Al-Qalam: 4)

Lebih dari seratus kali kata ‘Adhim dalam Alquran. Penggunaannya bermacam-macam. Ada yang mensifati Alquran, ‘Arsy, singgasana ratu Bilqis, kekuasaannya, sumpah, kerajaan, ucapan, siksa, pahala, dosa, anugerah berita hari kemudian, korban kemenangan sihir Firaun dan tipu daya wanita, keresahan, dan lainnya. 

Kata ‘Adhim termasuk juga digunakan untuk mensifati akhlak Rasulullah Muhammad. Kata Al-‘Adhim yang menjadi sifat Allah ada yang berdiri sendiri dan ada juga yang dirangkai dengan sifat lain, misalnya sifat Al-‘Aliyy (Maha Tinggi). Seperti pada akhir kalimat ayat Kursi (QS. al- Baqarah : 255).

Salah seorang ulama terkemuka, Imam Ghazali dalam kitab Al-Maqshad as-Sana fi Syarhil Asma’ al Husna tidak mejelaskan apa yang dapat diraih atau diteladani manusia dari sifat Allah ini. 

Beliau biasanya selalu menguraikan hikmah atau teladan bagi manusia dari sifat-sifat Allah. Namun, ketika menguraikan sifat Al-‘Adhim ini, beliau hanya menyatakan bahwa yang agung dari manusia adalah para nabi, rasul dan para ulama. Keagungan sifat mereka kalau dipelajari dan dihayati maka dada kita akan penuh dengan rasa kagum dan haibah (hormat dengan wibawa mereka) terhadap mereka. 

Meskipun demikian, para ulama mengingatkan bahwa kita tetap harus mempelajari dan memahami sifat Allah Al-‘Adhim dengan tujuan untuk mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah. Salah satu bentuk upaya memahaminya adalah dengan jalan mengindahkan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Demikianlah perintah Allah.

Kelebihan dan fadhilah zikir ini

Pertama, seseorang mewiridkan “Ya ‘Adhim” sebanyak 12 kali setiap hari untuk orang  menderitai sakit dengan durasi lama, Insya Allah akan sembuh.

Kedua, seseorang mewiridkan zikir Ya ‘Adhim 12  kali kemudian ditiupkan pada tangan lalu diusap-usap pada seluruh badan, Insya Allah akan terhindar dari gangguan jin, setan dan sebagainya.

Ketiga,  seseorang melakukan wirid Ya ‘Adhim  dibaca setiap hari sebanyak 12 kali maka Insya Allah akan memperoleh keselamatan dan akan terhindar dari kejahatan.

Keempat, mereka yang menzikirkan Ya ‘Adhim sebanyak mungkin dengan berulang kali, Insya Allah akan memperoleh kemuliaan dan dihormati.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.