26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Apa Saja yang Menyebabkan Rusaknya Struktur Masyarakat Kita?

...

  • portalsatu.com
  • 23 March 2019 07:30 WIB

Struktur masyarakat umumnya terbentuk dari ikatan dan interaksi yang konstan dalam mencapai tujuan bersama berdasarkan norma dan nilai-nilai yang diyakini. Bagi seorang muslim, relevansi ibadah personalnya sangat erat dengan kualitas interaksinya dalam struktur masyarakat.

Setiap muslim didorong untuk terus beramal shalih sepanjang waktu untuk keuntungan diri dan masyarakat serta demi kebaikannya di akhirat. 

Sebab, bila kita terlambat dalam menyegerakan kebaikan (invidual dan sosial), maka akan datanglah hal-hal yang merusak struktur masyarakat kita.

Hal- hal yang merusak itu antara lain (tercantum dalam Hadis Riwayat Thabrani):

Pertama, Kepemimpinan Orang Bodoh. Yaitu tipikal pemimpin yang tidak dapat melayani masyarakat melainkan hanya pemanis buatan dan lebih mementingkan kepentingan pembesar masyarakat, seperti pengusaha, pemilik modal dan bahkan dominasi Global.

Kedua, Banyaknya Kaki Tangan Penguasa. Yaitu para penguasa atau pejabat pemerintah yang terikat dalam kepentingan  materialistik,  kecurangan dan merusak tatanan norma susila dan bahkan agama.

Ketiga, Jual beli Hukum. Bila ini masih kentara dan marak dalam masyarakat kita, menandakan semakin rusaknya tatanan sosial. Diantara indikasinya adalah, sulitnya akses pelayanan hukum bagi masyarakat lemah, adanya uang pelicin" dan mudahnya masyarakat kecil mendapatkan hukuman. Dengan jual beli hukum maka yang salah bisa jadi benar dan yang lemah bisa dipersalahkan.

Keempat, Mudah dalam Membunuh.
Nauzu billah, bila unsur ini begitu kentara dalam iklim masyarakat kita, maka menjadi penanda bahwa mesti ada perbaikan yang dilakukan secara sinergis dan simultan untuk menangkal dan memutus motiv dan modusnya. Karena menghilangkan satu nyawa manusia seperti menghilangkan seluruh nyawa manusia.

Kelima, Rusaknya Ukhuwah dan terputusnya Tali Persaudaraan. Agama Islam sangat mengedepankan usaha menyambung tali silaturahim, putusnya hubungan ini akan memutus rahmat Allah pula.

Keenam, Alquran sekadar terompet. Yaitu hanya sebagai hiasan dan bangga diri, walaupun sedikit pemahaman dan amalnya. Atau menjadikan Alquran  sesuai dengan selera akal saja.

Demikianlah beberapa unsur negasi yang bisa merusak struktur masyarakat kita, terutama bila kita tidak bisa melampauinya dengan menyegerakan setiap kebaikan yang bisa kita tularkan.[]


Taufik Sentana
Praktisi pendidikan Islam.  Beberapa bagian tulisan diadaptasi dari 160 Materi Dakwah Pilihan, Ahmad Yani, Alqalam, 2014.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.