22 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bagaimana Adab Kencing dalam Islam?

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 09 March 2018 17:00 WIB

ilustrasi
ilustrasi

Manusia dalam kesehariaanya tidak luput dari membuang kotoran termasuk air seni dan ini sudah menjadi sunnatullah. Bahkan menjadi malapetaka dan berusan dengan pihak medis apabila adanya gangguan dan tidak rutin dalam pembuangannya. Islam sebagai agama universal mengatur segala aktivitas kehidupan manusia termasuk membuang air kecil atau dalam bahasa agama dikenal dengan "qadha hajat".

Syariat telah menggariskan norma dan adab dalam melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas inipun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan syariat.

Salah satu hal yang sering dilupakan bahkan disengaja yaitu kencing dengan berdiri dan ini bukan hanya tidak baik dari perspektif agama juga kesehatan. Tidak sedikit hadis yang melarang kita untuk tidak kencing dengan berdiri.

Di antara hadis tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha, di mana beliau berkata: “Siapa yang bilang bahwa Rasulullah Saw kencing sambil berdiri, jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.” Juga dalam kesempatan yang lain dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah Saw tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan kepadanya Alquran.

Dalam hadist yang lain juga disebutkan: "Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing". (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)

Kisah lain yang disebutkan dalam hadis setidaknya menjadi pelajaran untuk kita, ini sebagaimana disebutkan dalam hadis berbunyi: Rasulullah Saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering. (HR. Muslim No.439)

Sementara itu secara medis kencing berdiri merupakan penyebab lahirnya bermacam gangguan kesehatan atau penyakit. Di antaranya yang paling utama ekses dari kencing "melanggar" syariat akan timbulnya penyakit kencing batu pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian laki-laki.

Fenomena yang sering terlihat, orang kencing berdiri akan mudah lemah batin, hal ini disebabkan sisa-sisa air dalam pundit-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur.

Keadaan ini jelas sangat berbeda dengan mereka yang melakukan buang air kecil dengan jongkok, dalam keadaan jongkok tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem.

Tentu saja dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara. Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal atau mengeras seperti batu karang.

Beranjak dari itu marilah kita berusaha mengimplementasikan syariat Islam dan dimulai dengan hal yang kecil pula termasuk kencing ala syariat Islam yang akan memberikan ekses yang lebih baik untuk kesehatan dan juga meneladani sunnah (kebiasaan) Rasulullah Saw dalam keseharian. Semoga.[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.