21 January 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bagaimana Caranya Menundukkan Musuh dan Terpenuhi Segala Hajat?

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 14 January 2018 15:33 WIB

Ilustrasi Pixabay
Ilustrasi Pixabay

Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang tidak memiliki musuh. Lalu bagaimana jika musuh itu tetap ada, meskipun seorang muslim sudah berbuat sangat baik kepada semua orang? Apakah seorang muslim itu harus menghindar setiap bertemu dengan orang yang membencinya? Lantas bagaimana jika orang yang ingin mendzaliminya adalah musuh dalam selimut atau orang yang tidak disangka-sangka?

Mengenai hal ini, Islam telah mengatur bagaimana seorang muslim bisa terhindar dari musibah atau pendzaliman seorang musuh. Salah satunya dengan mengamalkan Asmaul Husna ke-22. 

Berikut penjelasan Tgk Helmi Abubakar El Langkawi, salah satu alumnus dayah di Aceh, tentang mengamalkan zikir yang mampu menundukkan musuh dan terpenuhi segala hajat:

Pembahasan pada kali kita akan membahas kelebihan Asmaul Husna ke-22 bernama Khaafidh. Zikir ini secara bahasa berasal dari kata "khafadha" yang berarti merendahkan. Allah Al Khaafidh, artinya Allah merendahkan derajat siapa saja yang Dia kehendaki menurut hikmat kebijaksanaan-Nya. Allah merendahkan derajat orang musyrik dan orang kafir di akhirat dengan memasukkannya ke neraka sebagai balasan atas kekafirannya.

Allah juga merendahkan orang yang dalam kehidupannya di dunia memiliki kedudukan yang tinggi namun karena amal perbuatannya sering dan banyak melanggar ajaran Islam. Allah akan merendahkan di akhirat dengan menggolongkannya ke dalam golongan orang-orang yang merugi.

Hal ini seperti diriwayatkan Ibnu Majah, pada suatu hari Rasulullah ditanya tentang arti firman Allah, ”Setiap saat Dia (Allah) dalam kesibukan” [Q.S. Ar-Rahman: 29], beliau menjawab, ”Termasuk kesibukan-Nya adalah mengampuni dosa, menghilangkan keresahan, meninggikan kelompok-kelompok manusia, dan merendahkan yang lain”.

Kelebihan dan Fadhilah Al-Khafidh

Kelebihan zikir ini sangat banyak, di antaranya:

Pertama, seseorang mewiridkan Ya Khafidh’ setiap hari sebanyak 500 kali, Insya Allah akan dipenuhi segala hajat dan keperluannya serta dihapuskan segala kesusahannya.

Kedua, seseorang yang berpuasa selama tiga hari dan pada hari keempat menyebut ‘Ya Khafidh’ sebanyak 70 kali atau 70.000 kali, Insya Allah ia akan terpelihara dan akan mendapat kemenangan terhadap musuh-musuhnya.

Ketiga, siapa yang rutin mewiridkan ‘Ya Khafidh’ setiap hari dalam keadaan khusyuk dan bersih (berwuduk) sebanyak 500 kali, Insya Allah akan rendah dan jatuh martabat musuh atau lawan penentangnya serta dikabulkan segala hajatnya.

Keempat, barangsiapa ingin terbebas dari kejahatan musuh, berpuasalah selama 3 hari. Kemudian pada hari keempatnya membaca YAA KHAAFIDH sebanyak 70 ribu  kali.

Kelima, siapa mewriridkan asma ini sebanyak 70 kali, niscaya Allah SWT akan menjaganya dari kejahatan orang yg dhalim. Wallaahu'alam.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.