25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bulan Safar (VII): Perang Khaibar dan Khats’am

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 04 November 2017 17:40 WIB

Allah SWT menjadikan setiap bulan sesuai dengan indikatornya masing-masing. Umpamanya bulan yang diharamkan untuk berperang dinamai dengan bulan Muharam, bulan saat pepohonan berduri dikenal dengan bulan Rajab, begitu juga dengan Safar, karena pada bulan itu orang Arab meninggalkan rumah rumah mereka dalam keadaan kosong (Kitab Hawasyi Syarwani, jilid 3, hal. 371)

Banyak sejarah yang lahir pada bulan mulia ini. Menurut Ibnu Qayim Al Jauziyah dalam Zaadul Maad, sesungguhnya keluarnya Rasulullah ke Khaibar adalah di akhir bulan Muharram, bukan permulaannya. Fath (kemenangannya) adalah di bulan Safar.

Perang Khaibar merupakan peperangan kaum Muslimin dengan Yahudi di Khaibar karena bersekutu denga Raja Hiraklius. Kaum Muslimin menaklukkan sebuah benteng yang berlapis, membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengepung dan menembus masuk ke benteng tersebut.

Pengepungan di Khats’am

Peristiwan ini jatuh pada bulan Shafar tahun 9 H. Ibnu Mas’ud berkata, “Mereka menceritakan: “Rasulullah saw mengutus Qutbah bin Aamir dengan dua puluh orang ke distrik dari wilayah Khast’am pinggiran Tabbaalah. Nabi memerintahkannya untuk mengepung tempat itu. Merekapun keluar dengan berbekal sepuluh onta. Mereka manawan seorang lelaki dan menginterogasinya. Tetapi bahasa orang itu tidak dapat dimengerti dan dia berteriak-teriak. Karena membahayakan merekapun memenggal lehernya. Ketika penduduk al-Hadiroh telah tertidur lelap, pengepunganpun dilakukan, sehingga terjadilah pertempuran yang sengit, banyak yang terluka dari kedua belah pihak. Qutbah bin Aamir memerangi siapa saja yang melawan. Ternak, wanita dan apapun yang bisa dibawa digiring ke Madinah. Dikisahkan bahwa lawan berkumpul untuk menyusul dan mengikuti jejak mereka, tetapi Allah Swt mengirim banjir bandang yang mencegat mereka untuk bisa sampai kepada para sahabat dan apa yang mereka bawa. Kaum itu hanya bisa menatap hingga rombongan menghilang dari pandangan mereka, tidak dapat menyeberang” (Zaadul Maad).

Bani Udzrah masuk Islam

Bani Udzrah adalah salah satu bani yang mempunyai garis keturunan sampai kepada Qushai salah satu kakek Rasulullah SAW. Pada waktu itu datang kepada Rasulullah utusan dari Udzrah pada bulan Safar, tahun kesembilan sebanyak 12 orang. Di antaranya Jumrah bin an-Nu’maan. Mereka menyatakan diri memeluk Islam.

Rasulullah kemudian menceritakan kepada mereka akan datangnya kemenangan atas Syam dan diperanginya Hiraklius hingga akhir imperiumnya.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.