25 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cara Sambut Ramadhan Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

...

  • PORTALSATU
  • 12 May 2018 13:00 WIB

Foto: Ilustrasi. @republika
Foto: Ilustrasi. @republika

Beragam cara dilakukan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Sebagian orang mengunjungi kedua orangtua. Sebagian lain menziarahi makam para kiai/ulama, orangtua, atau kerabat yang lebih dahulu berpulang ke rahmatullah. Sementara Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menyarankan sejumlah hal dalam menyambut Ramadhan.

Pada bulan Sya’ban, Syekh Abdul Qadir menyarankan umat Islam untuk memperbanyak shalawat nabi. Pasalnya, Sya’ban adalah bulan Rasulullah SAW. Umat Islam seyogianya bertawasul melalui Rasulullah SAW agar Allah membersihkan batinnya dari pelbagai penyakit, yaitu riya, ujub, takabbur, dengki, dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam menyongsong bulan Ramadhan, Syekh Abdul Qadir menganjurkan umat Islam untuk meninggalkan segala perbuatan dosa dan segera melakukan tobat kepada Allah, sebagaimana keterangan berikut ini:

Artinya, “Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang bershalawat sekali untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.’ Oleh karena itu, seorang Mukmin yang pandai tidak abai pada bulan ini (Sya’ban). Bahkan ia harus mempersiapkan diri pada bulan ini untuk menyambut bulan Ramadhan dengan bersuci dari dosa dan bertobat atas kebaikan yang luput pada hari-hari yang lewat. Ia seyogianya tunduk kepada Allah di bulan Sya’ban dan bertawasul melalui Rasulullah, pemilik bulan Sya’ban sehingga ia dapat memperbaiki kerusakan batinnya dan mengobati sakit secara rohani tanpa menunda dan menangguhkan sampai besok,” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah, [Beirut, Daru Ihyait Turats Al-Arabi: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz I, halaman 246).

Syekh Abdul Qadir menganjurkan pertobatan dan peribadatan segera tanpa menunda-nunda. Ia menyarankan agar umat Islam segera mengisi waktunya dengan kebaikan. Pasalnya, tidak ada jaminan panjang usia sampai esok hari.

“Hari-hari hanya tiga. Kemarin adalah waktu yang sudah selesai. Hari ini adalah waktu beramal. Esok adalah angan-angan. Kau tidak tahu apakah kau akan mengalami esok hari atau tidak? Kemarin adalah nasihat. Hari ini adalah ghanimah (amal kebaikan). Besok adalah pertaruhan,” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah, [Beirut, Daru Ihyait Turats Al-Arabi: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz I, halaman 246).

Demikian persiapan yang dianjurkan Syekh Abdul Qadir dalam menyambut bulan Ramadhan. Persiapan ini diharapkan dapat membimbing seseorang di dalam adab menyongsong Ramadhan. Wallahu a‘lam.

(Alhafiz K)[] Sumber: nu.or.id

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.