18 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Ramadhan Mubarak:
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 04 June 2018 19:30 WIB

ilustrasi bulan. @hilalcommittee.com
ilustrasi bulan. @hilalcommittee.com

Masyarakat kita sering menyebutkan di antara tanda malam Lailatul Qadar, sujudnya pohon atau pokok kayu dan beberapa informasi lainnya. Namun apakah itu benar atau tidak, hanya Allah yang lebih mengetahui.

Alangkah lebih baik adalah bila kita kembalikan berdasarkan dalil-dalil dan nash yang diakui oleh syariat Islam.
Lantas, bagaimanakah ciri-ciri yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini?

Dari Ubay bin Ka’ab r.a., bahwa Rasulullah Saw., bersabda, “Keesokan hari Lailatul-Qadar adalah matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (H.R. Muslim).
Abu Hurairah r.a., pernah bertutur, “Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul-Qadar di sisi Rasulullah Saw. Beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan” (H.R. Muslim).

Pada malam itu juga ditandai hawa yang tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis, “Lailatul-Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (H.R. At-Thabrani)

Di antara ciri lainnya tampak pada malam itu terbawa dalam mimpi, seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.

Dari sahabat Ibnu Umar radliyallahu’anhuma bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi saw diperlihatkan malam Qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada 7 malam terakhir (Ramadhan) kemudian Rasulullah saw berkata, “Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang Lailatul Qadar) terjadi pada 7 malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir.” (HR. Muslim).


Di antara ciri-ciri tersebut umumnya berupa gejala alam yang terjadi pada malam bersangkutan atau bahkan keesokan harinya. Namun kita tidak boleh terfokus dengan mengintip ciri-cirinya baru diketahui malam itu atau keesokan harinya, lantas kapan kita beribadah dan melakukan amal positif dan kebaikan?


Sikap yang terbaik dengan memanfaatkan kesempatan setiap malam Ramadhan untuk beramal dan beribadah semaksimal mungkin, dengan harapan satu di antaranya bersamaan dengan Lailatul Qadar.

Jadikan setiap malam Ramadhan itu seakan-akan bahwa setiap malam itu umpama malam yang diselimuti Lailatul Qadar sebagai malam kemuliaan dengan menembus alam tertinggi beribadah secara tulus, khusyuk, dan total segala ketundukan kepada-Nya sehingga menjadi insan yang selalu dekat dengan-Nya.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.