21 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Haul ke-28 Abon Azis
Dan, Waled Nu pun Menangis Mengenang Keteladanan Abon Azis

...

  • PORTALSATU
  • 09 March 2017 11:40 WIB

Abu MUDI temu ramah dengan santri dan alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga saat memperingati Haul Abon Aziz. (Foto: mudimesra.com)
Abu MUDI temu ramah dengan santri dan alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga saat memperingati Haul Abon Aziz. (Foto: mudimesra.com)

SAMALANGA – Sejumlah ulama kharismatik Aceh menyampaikan manaqib atau sejarah perjalanan hidup almarhum Tgk. H. Abdul Aziz bin M. Shaleh (Abon Aziz) pada Haul ke-28 Abon Aziz di masjid kompleks Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Bireuen, Selasa-Rabu, 7-8 Maret 2017. Banyak pelajaran atau keteladanan yang dapat dipetik dari sejarah hidup Abon Aziz untuk generasi Aceh saat ini.

Shamadiah hingga manaqib

Memperingati Haul ke-28 itu, mulanya, Selasa, 7 Maret 2017 malam, digelar pembacaan shamadiah umum untuk almarhum Abon Aziz dan seluruh keluarganya, seperti almarhum Tgk. Abi (mertua Abon Aziz), almarhumah Ummi Hj. Fathimah (Istri Abon), alm. Gure Jalal (saudara ipar Abon Aziz), alm. Abati Athaillah (anak laki-laki Abon Aziz) dan keluarga Abon Aziz lainnya.

Acara shamadiah di masjid kompleks Dayah MUDI seusai salat Magrib itu dipimpin Abiya Muhammad Baidhawi H. Mukhtar yang merupakan Wakil Dirrektur III Dayah MUDI dan juga menantu Abu MUDI. Setelah salat Isya, dilanjutkan pembacaan shalawat dan maulid Diba’, puisi dan qasidah untuk mengenang Abon Aziz, lalu ditutup dengan pembacaan manaqib Abon Aziz.

Pembacaan manaqib Abon Aziz dimulai Tu Bulqaini Tanjungan yang merupakan murid Abon, serta salah satu cucu dari Teungku Abi. Tu bercerita tentang pengalamannya bersama Abon dahulu. Salah satu cerita Tu Bulqaini bersama Abon dahulu saat ia kecil adalah bagaimana Abon berulang kali mengingatkan murid-muridnya untuk menjauhi aliran sesat, dan selalu menegakkan Ahlussunnah wal Jamaah, di antaranya melalui Beut-Seumeubeut (belajar dan mengajar).

“Abon begitu semangat jika menceritakan Ahlussunnah wal jamaah dan menolak aliran sesat. Bahkan, Abon lupa jika beliau sedang sakit jika telah berbicara masalah aliran sesat,” ujar Tu Bulqaini yang juga pimpinan Dayah Markazul Al-Ishlah Lueng Bata, Banda Aceh dan pencetus Rabithah Thaliban Aceh (RTA).

Waled Nu pun menangis

Pembacaan manaqib dilanjutkan Tgk. Nuruzzahri Yahya (Waled Nu Samalanga), yang menjelaskan pengalaman-pengalamannya bersama Abon Aziz saat masih menempuh pendidikan di Dayah MUDI dahulu. Bahkan, Waled Nu sampai menangis saat meceritakan kisah Abon yang sangat mencintai penuntut ilmu.

Sering kali, kata Waled Nu, Abon membuatkan kopi untuk murid-muridnya yang mau belajar dengan beliau. Abu di Kuta Krung dan Abu di Lhok Nibong adalah saksi hidup jika mereka pernah minum kopi yang Abon buat sendiri dengan tangannya saat hendak masuk kelas.

Waled Nu juga sering kali diajak Abon untuk memanaskan air untuk membuat kopi yang Abon siapkan untuk murid-muridnya. Jika bulan Ramadhan tiba, Abon sendiri dibantu Ayahanda Waled menyiapkan sendiri keperluan orang berbuka puasa di masjid. “Demikianlah penghormatan besar Abon dan kecintaannya kepada para penuntut ilmu,” kata Waled sambil menangis.

Bahkan, kata Waled, apa yang telah ia peroleh sekarang ini tidak lain karena didikan dan doa dari Abon Aziz.

Terakhir,  acara ditutup dengan pembacaan manaqib Abon Aziz oleh Tgk. Ishak Ahmad atau Abu Lamkawe, salah seorang murid senior Abon. Abu Lamkawe yang 12 tahun belajar pada Abon menjelaskan sejarah hidup Abon dan nasihat-nasihat kehidupan yang ia peroleh dari Abon Aziz.

Abu Lamkawe mengatakan Abon selalu mendidik murid-muridnya untuk disiplin dan mandiri menurut kemampuan masing-masing. Seperti dialami Abu Lamkawe bahwa Abon Aziz sangat mendukungnya dalam bertani dan berkebun. Karena Abon Aziz tahu Abu Lamkawe suka berkebun.  Bahkan, Abon menyediakan lahan di seputaran Dayah MUDI kepada Abu Lamkawe untuk berkebun.

“Itulah Abon yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama kepada murid-muridnya, tapi juga hal-hal lain seperti cara bermasyarakat dan mencari nafkah,” ujar Abu Lamkawe.

Acara Selasa malam itu kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Abu Lamkawe.

Pesan Abu MUDI

Acara berlanjut di Rabu pagi, seluruh alumni dan santri kembali berkumpul dalam masjid. Abu Kuta memimpin shamadiah untuk Abon yang diikuti para alumni dan juga santri serta dewan guru Dayah MUDI. Setelah shamadiah, Abu Kuta ditemani Abu Lueng Angen kembali membaca manaqib Abon Aziz dan berbagai pengalaman yang pernah ia alami bersama Abon Aziz. 

Agenda pagi hari tersebut ditutup dengan temu ramah seluruh alumni yang hadir di dayah dengan Abu MUDI. Dalam temu ramah tersebut, Abu MUDI mengajak seluruh alumni untuk terus memperkuat persatuan dalam ikatan Rabithah Alumni MUDI, mensyiarkan Tastafi bersama alumni-alumni dayah lain untuk terus menjaga Alusunnah wal Jamaah melalui Beut-Seumeubeut sebagimana yang selalu diulang-ulang dan diamanahkan Abon Aziz kepada murud-muridnya dalam berbagai kesempatan. 

Abu MUDI juga mengingatkan para pengajar ilmu agama jangan sekali-kali bergantung dengan orang lain terutama pada tiga hal: rumah, kendaraan, dan naik haji. Karena dengan tidak bergantung kepada orang lain akan bebas dan tidak berutang budi, sehingga syiar ilmu agama yang dibawa tidak akan terganggu dengan balas budi kepada orang tersebut.

Keakraban

Sementara itu, salah seorang alumni Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga, Teungku Abdi Mukassab mengatakan, pelaksanaan Haul Abon Aziz berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Para alumni dan undangan seolah-olah mereka pulang ke rumah sendiri.

Alhamdulillah, Haul Abon Aziz ke-28 berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan," kata Teungku Abdi Mukassab, Kamis, 9 Maret 2017.

Teungku Abdi menyebutkan pelaksanaan Haul ke-28 ini sangat spesial walaupun tanpa mubahasah mengupas problematika agama kekinian. "Para undangan dan alumni mendengarkan manaqib dan mendoakan untuk Al-Mukarram Abon Aziz," ujarnya.

Pengasuh Dayah MUDI Mekar Al-Aziziyah Jakarta itu menambahkan, bukan hanya alumni dari berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri, para pejabat pemerintahan, pimpinan dayah, tokoh masyarakat dan masyarakat lainnya juga hadir pada Haul Abon Aziz tahun ini.[] (idg/Helmi Abu Bakar el-Langkawi/mudimesra.com)

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.