25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Delapan Pahala Bersilaturrahmi

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 11 September 2017 12:20 WIB

ilustrasi
ilustrasi

Dewasa ini dengan demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Karena dapat menyempurnakan rasa cinta, memiliki, dan interaksi sosial antarumat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil dan tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang.

Memutuskan tali silaturrahmi adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam. Allah berfirman: "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Q.S An-Nisaa' : 1)

Dalam hal ini menurut baginda Rasulullah SAW, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya. Dalam sabdanya:? “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (H.R Bukhari)

Sementara itu dalam hadits Abu Hurairah, sabda Rasulullah yang lain: ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi" (Muttafaqun 'alaihi).

Beranjak dari kupasan di atas, di bulan yang mulia ini hendaknya kita dapat memahami bahwa pentingnya silaturahmi dalam Islam. Maka melihat pentingnya silaturahmi tersebut. Tidak salah mengapa sangat besar pahala bersilaturrahmi sebagaimana dipaparkan oleh  Abu Laits Samarqandi, yaitu:

Pertama, mendapatkan ridha dari Allah SWT. Kedua, membuat orang yang kita kunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu "Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia." Ketiga, mMenyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturahmi dan disenangi oleh manusia. Keempat, membuat iblis dan setan marah dan memanjangkan usia. Kelima, menambah banyak dan berkah rejekinya.

Keenam, membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik. Ketujuh, memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan. Kedelapan menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, suka bersilaturahmi) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.