07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gagasan untuk Bahagia

...

  • portalsatu.com
  • 03 December 2019 08:00 WIB

Bila kita memakai makna "kerangka berfikir" sebagai model suatu gagasan, maka benarlah para filsuf zaman old dan modern yang telah mendefinisikan bahagia. 

Bahagia pada mulanya hanyalah gagasan, idealita tentang  perasaan terbaik dan tertinggi yang muncul dalam pikiran. Bahkan diantara prikolog kognitif atau eksistensial merangkum bahagia sebagai energi pikiran. Mereka menyebutnya relasi pikiran dengan kesemestaan yang saling tarik menarik.

Para agamawan muslim mengkonfirmasinya dengan model hadis yang berbunyi "Aku dalam sangka hambaKu", ucapan mulia ini muncul ribuan tahun sebelumnya.

Jadi bila kebahagian itu dipicu oleh suatu konsep gagasan yang menjadi perspektif memaknai realita, maka setiap individu bisa memilih untuk bahagia kapanpun, dalam keadaan apapun. 

Tetapi sebagai makhluk yang terbatas dan lemah, manusia tak akan sampai pada pengetahuan sempurna tentang segala hal, termasuk tentang kebahagiasn dirinya. Setiap manusia mesti terbimbing oleh ilham para nabiNya, sebagaimana ia percaya pada pemikiran besar filsuf ataupun tokoh di zamannya. 

Maka mengapresiasi setiap ajaran nabi dan mengamalkan ajaran keislaman (ketundukan pada Allah dengan rangkaian prosedur ibadahnya) menjadi model bahagia yang melampaui gagasan manapun untuk mencapai bahagia di dua dunia. Sebab,kebahagian mukmin tidak semata sebatas bahagia di dunia ini saja.[]

Taufik Sentana
Dalam "Catatan Bahagia Setiap Saat"
Peminat kajian psikologi eksistensial dan terapan.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.