23 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 13 April 2018 15:30 WIB

Salah satu peristiwa dahsyat yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW., selama hayatnya di bulan Rajab  berupa "wisata rohani" bernama Israk Mikraj. Dalil yang menyebutkan peristiwa ini disebutkan dalam Alquran, berbunyi:

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil haram ke Al Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Maha Mendengar lagi Mengetahui.” (QS. AL-Isra’: 1)

Berdasarkan ayat di atas lahir beberapa argumen berbeda. Penulis mencoba merangkumkan beberapa pendapat ulama tentang kapan Rasulullah SAW., Israk Mikraj.

Pertama, dalam kitab “Tarikh Maulid An-Nabi S.A.W” yang di tulis oleh Tharhuni menyebutkan bahwa pada bulan Rabiul Awal terjadinya Israk Mikraj, di mana Ibnu Abbas dan Jabir r.a., keduanya berkata: “Dilahirkan Rasulullah SAW pada Tahun Gajah, hari Isnin dua belas hari bulan Rabiul Awal dan padanya Baginda dibangkitkan menjadi Rasul dan padanya Baginda dibawa naikkan ke langit (Mi’raj) dan padanya berlakunya Hijrah dan padanya Baginda diwafatkan.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam “Al-Musannaf”, dan Al-Jauzaqani dalam “Al-Abathil”)

Kedua, Israk dan Mikraj pada malam 27 Rajab (Kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah 109/3, Fath Al-Bari). Ini merupakan pendapat Ibnu Hazm, dan juga Imam Nawawi di dalam kitabnya 'Ar-Raudhah. 

Ketiga, Israk Mikraj pada bulan Rabiul Awwal. Ini berdasarkan riwayat Ibnu Lahiiah dari Urwah Az Zubair. Menurut riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Abbas, ia berlaku pada 12 Rabiul Awwal, tetapi Al-Hafiz Ibnu Katsir mendhaifkan riwayat ini. Ulama lain yang mendukung pendapat ini ialah Al-Hafiz Abdul Ghani Al-Maqdisi. 

Keempat, Israk Mikraj terjadi pada bulan Zulqaedah. Ini merupakan pendapat As Suddiy. 

Kelima, Israk Mikraj terjadi pada bulan Ramadhan. Pendapat ini dikemukakan oleh Al Waqidiy, dan riwayat Ibnu Saad dari Ibnu Abi Saburah.

Keenam, Israk Mikraj terjadi pada pada bulan Syawwal. Pendapat ini berdasarkan riwayat At Thabari dan Al Baihaqi dari As Suddiy.

Ketujuh, Israk Mikraj terjadi pada bulan Rabiul Akhir. Argumen ini dikemukakan oleh Ibrahim Al-Harbiy dan ditarjihkan oleh Ibnu Munir.

Beberapa pendapat yang disebutkan di atas yang masyhur di kalangan ulama adalah tanggal 27 Rajab. Ini berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi dalam kitabnya Nurudh Dhalam. “Peristiwa Israk dan Mikraj terjadi 5 tahun atau 10 tahun atau 11 tahun atau 12 tahun setelah Nabi diutus. Menurut pendapat yang masyhur terjadi pada malam isnain tanggal 27 Rajab setahun sebelum hijrah” (Kitab Nurudh Dhalam, Imam An-Nawawi al-Bantani).

Berdasarkan penjelasan di atas, walaupun berbeda pendapat tidak harus membuat kita saling menyalahkan. Esensi yang perlu diambil ibrah atau pelajaran sangat banyak. Salah satu di antaranya kewajiban shalat lima waktu yang merupakan tiang agama Islam. Marilah dengan momentum ini kita jadikan untuk terus meningkatkan ketakwaan dan ber-'ubudiyah kepada Allah SWT., juga tidak melupakan hablum minannas. Semoga![]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.