13 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jalan tak Diduga Menuju Surga

...

  • INILAH.com
  • 27 September 2019 08:00 WIB

Surga. @pinterest.com
Surga. @pinterest.com

<!--StartFragment-->

BEKERJA mencari nafkah adalah aktifitas rutin harian yang biasa dilakukan semua manusia normal. Berbagai bidang pekerjaan yang bisa dijadikan sarana menjadi pilihan-pilihannya. Karena memang merupakan rutinitas harian, banyak orang yang menganggap aktifitas mencari nafkah itu sebagai sesuatu yang biasa saja, syarat hidup di dunia yang tak ada hubungannya dengan kehidupan akhirat kelak.

Ada banyak orang yang lupa bahwa bidang pekerjaan itu ada yang secara hukum dan etika termasuk yang diharamkan dan dicela, sebagaimana ada juga yang diperbolehkan dan bahkan dipuji. Urusan halal haram, tercela dan terpuji adalah erat hubungannya dengan urusan disuka dan dibenci Allah. Semua itu pasti akan dimintai pertanggungjawaban dan pasti memiliki konsukuensi.

Dalam kitab hadits "Al-Jami' al-Shaghir" disebutkan sebuah hadits dari Sayyidina Jabir bahwa yang pertama kali diletakkan di atas timbangan (mizan) kelak di hari akhirat adalah nafkahnya seseorang untuk keluarganya. Bermakna bahwa halal haram dan terpuji tercelanya pencarian nafkah kita akan ditimbang. Begitu malu dan sengsaranya kita jika terungkap bahwa pencarian nafkah yang kita lakukan semasa hidup adalah keluar dari garis kebijakan Sang Pemberi Rizki.

Ada atsar yang menyatakan: "Sesuap makanan yang engkau masukkan ke mulut istrimu adalah dinilai sebagai shadaqah." Shadaqah sesuatu yang halal adalah diterima, shadaqah sesuatu yang tak halal adalah tertolak. Begitu mulianya seorang kepala rumah tangga yang bertarung mencari nafkah halal untuk keluarganya, pencarian nafkahnya menjadi jalan menuju surga.

Jangan pernah meremehkan aktifitas harian pencarian nafkah. Mulai ia dengan niat baik, lakukan dengan baik dan gunakan pula dengan baik. Ada surga diujung sana. Salam, AIM.[]Sumber:inilah

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.