23 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jangan Buat Kerusakan di Bumi setelah Perbaikannya!

...

  • portalsatu.com
  • 22 April 2019 14:30 WIB


Oleh Taufik Sentana

Judul di atas merupakan salah satu petikan ayat Quran yang mengisyaratkan pentingnya memelihara bumi dan menjamin kondisinya tetap nyaman sebagai tempat tinggal. 

Banyak ragam pola pengrusakan" di bumi, seperti kesewenangan, keserakahan dalam elsploitasi alam, kezaliman dsb. Bahkan bersikap sombong juga bagian dari merusak iklim sosial masyarakat bumi: "Jangan berjalan di atas bumi dengan sombong", Firman Allah pada ayat lain.

Adapun makna perbaikan adalah, terutama setelah Allah Mengutus Rasul bagi setiap kaum hingga ke Nabi Muhammad SAW. Jadi para rasul tersebut merupakan agen dalam perbaikan sosial masyarakat bumi, baik dari segi spiritual, materiil ataupun lingkungan luas.

Bila dalam keadaan perang saja, Nabi Muhamammad SAW melarang mematahkan ranting, apalagi bila saat damai. Begitulah betapa detilnya ajaran Islam. Bahkan, saat berwudhuk dengan air sungaipun sebisa mungkin airnya dihemat. Serta tidak sembarangan membuang air kecil dan semacamnya, ini menandakan betapa pentingnya menyelaraskan diri demgan ekosistem lainnya agar semua berjalan sesuai fitrah Allah. Agar udara, angin, hujan, sungai dan gunung menjadi sahabat kita, bukan menjadi Tentara Allah untuk menutup RahmatNya bagi kita. Sebab, bagiNya bala tentara di langit dan di  bumi.

(Semoga Allah selalu Merahmati kita dengan setiap usaha yang kita lakukan untuk kebaikan di atas bumiNya).[]


Taufik Sentana
Peminat literasi sosial-budaya. Menetap di Aceh Barat.

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.