09 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jangan Buru-Buru, Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam

...

  • OKEZONE
  • 01 November 2019 13:00 WIB

Doa. @shutterstock
Doa. @shutterstock

BERDOA merupakan amalan yang paling dianjurkan dalam Islam. Sebab dengan amalan ini, InsyaAllah umat Muslim akan diberkahi rahmat di dunia dan akhirat. Namun ketika hendak mengamalkannya, ada baiknya umat muslim memahami adab berdoa agar tidak sampai keliru.

Lalu bagaimana adab berdoa tersebut? Ulama menjelaskan berbagai doa dan adabnya dalam berbagai kitab. Doa dan tata cara itu tentu diambil dan disarikan dari pemahaman mereka dari sumber-sumber hadits maupun Al-Quran, serta amaliah ulama terdahulu.

Salah satu penyusun kitab yang berisi kumpulan doa, wiridan, serta etika berdoa adalah Syekh Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam karyanya, Abwabul Faraj. Sebagai kitab yang memang khusus disusun berisi doa-doa dan amalan-amalan yang bisa diterapkan sehari-hari, Syekh Muhammad Al-Maliki membuka penjelasan kitab ini dengan pentingnya memerhatikan adab berdoa.

Doa yang diperhatikan adabnya akan semakin menambah kesempurnaan doa itu dan menambah nilai kebaikan. Menurutnya, setidaknya ada 10 hal yang patut diperhatikan saat seseorang berdoa, yaitu

1. Berdoa pada waktu-waktu yang utama. Disebutkan bahwa doa pada momen istimewa seperti hari Arafah, hari Jumat, hari-hari di bulan Ramadhan, serta waktu sepertiga malam terakhir seusai salat malam, adalah waktu yang mendapat keutamaan, sebagaimana banyak tercantum dalilnya dalam hadits Nabi.

2. Berdoa di keadaan-keadaan yang diutamakan. Keadaan ini bisa tiba di waktu apapun, seperti saat turun hujan, sebelum dan setelah salat fardhu di masjid, jelang iqamat, di antara dua khutbah Jumat, atau di saat sujud. Jika adab yang pertama tadi menyebutkan tentang waktu-waktu yang memang sudah diistimewakan oleh nash, maka keadaan-keadaan ini adalah momen yang mudah ditemui sehari-hari.

3. Adab berdoa berikutnya, jika memungkinkan menghadap kiblat sembari mengangkat kedua tangan, kemudian mengusap muka setelah selesai. Dalam hadits disebutkan yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas RA, bahwa saat berdoa Nabi mendongak ke langit, lalu mengangkat kedua tangan sampai lipatan ketiak beliau terangkat. 

4. Melirihkan suara, tidak terlampau keras atau hanya digumamkan dalam hati. Membaca doa dengan lisan ini menambah kemuliaan dan kebaikan lisan kita.

5. Jangan terlalu berfokus pada keindahan bahasa dan sajak doa. Berdoa dengan doa yang mudah dan lumrah diamalkan, daripada terlalu bingung denga keindahan bahasa doa tetapi mengabaikan substansinya. Disarankan menggunakan doa-doa yang lebih mudah dihapal.

6. Merendahkan hati, bersikap tenang, disertai dengan rasa mengagungkan Allah disertai pengharapan kepada-Nya.

7. Hendaknya doa dilanggengkan sebagai suatu rutinitas, lagi selalu meyakini akan diijabah oleh Allah.

8. Bersikap dengan sungguh-sungguh dalam memohon, jika perlu mengulangnya tiga kali. Kurang elok jika berdoa, tetapi malah minta untuk ditangguhkan. 

9. Mengawali doa dengan menyebut nama Allah, baik dengan zikir, dilanjutkan syukur kepada Allah, kemudian membaca salawat Nabi. Jangan terburu-terburu langsung memulai doa dengan permohonan.

10. Selalu bertobat, menjauhi kezaliman, serta menerima kehadiran Allah dengan tulus. Hal ini adalah kunci taqarrub, kedekatan seorang hamba kepada Allah dan menjadi hal yang pokok dalam terijabahnya suatu doa.

Demikianlah sepuluh adab doa yang disusun oleh Syekh Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Abwabul Faraj. Semoga etika doa ini bisa dengan mudah diamalkan sehari-hari sehingga menjadi penyempurna ibadah, dan menjadi wasilah untuk mendekatkan kita kepada Allah. Wallahu a’lam. Demikian ditulis oleh M Iqbal Syauqi sebagaimana dilansir dari laman resmi Nahdatul Ulama (NU Online).[]Sumber:okezone

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.