13 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jangan Tuduh Maulid Nabi Bidah? Ini Dalil-dalilnya

...

  • portalsatu.com
  • 06 December 2017 08:22 WIB

BULAN Rabi'ul Awwal dalam kalender hijriah selalu memberikan makna yang istimewa. Kenapa? Karena di tanggal 12 diperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Walaupun kelahiran Nabi sudah 1445 tahun berlalu, hingga kini (2017) masih dimeriahkan.

Sebagian Muslim masih ragu akan peringatan Maulid Nabi, bahkan ada yang menganggap itu bidah (sesat). Untuk itu perlu sekali dijelaskan dalil-dalil yang berdasar dari hadis Nabi Muhammad tentang peringatan maulid Nabi itu.

Dalam kitab Al Faraidus Saniyyah wad Durarul Bahiyyah karya KH M Sya'roni Ahmadi dijelaskan, secara khusus mengenai dalil-dalil menghormati perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Di halaman 4 tertulis bab empat dengan judul Al Adillatu fi Sunniyyati Ta'dzimi Maulidin Nabi Shallahu 'Alaihi Wasallam.

Ada sembilan hujjah yang diambil dalam menjelaskan sunahnya perayaan maulid Nabi. Ada satu hadis, empat pendapat khulafaurrasyidin dan empat pendapat ulama salaf.

Salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan sunahnya perayaan maulid Nabi secara jelas disebutkan:

Artinya: "Rasulullah Saw telah bersabda: 'Barangsiapa memuliakan hari kelahiranku maka kelak akan mendapatkan syafaatku di hari kiamat. Dan barangsiapa berinfak dirham dalam peringatan maulid Nabi, maka sama dengan pahala infak gunung emas di jalan Allah Swt'."

Dengan hadis Nabi itu jelas sekali bahwa peringatan maulid Nabi adalah sunah. Bahkan sunah yang demikian bukan sunah biasa, tapi sunah yang sangat luar biasa.

Kenapa? Karena peringatan maulid Nabi merupakan amalan dunia tapi menjadi pahala di akhirat. Bahkan pahala di akhirat dobel: syafaat (pertolongan) Nabi di hari kiamat dan senilai pahala infak gunung emas.

Hadis ini cukup menjadi hujjah dalam pelaksanaan maulid Nabi. Di Indonesia, pelaksanaan maulid Nabi sudah diselenggarakan sejak zaman Walisongo. Saat zaman kerajaan, semua Keraton Islam selalu menggelar maulid Nabi. Dan saat Indonesia merdeka hingga sekarang, maulid Nabi selalu menjadi acara resmi negara.

Sebagai penguat hadis Nabi, empat khulafaurrasyidin yang merasakan hidup bersama dengan Nabi Muhammad juga menjelaskan secara eksplisit manfaat perayaan maulid.

Sahabat Abu Bakar Assiddiq menyebutkan:

Shabat Umar bin Khattab berkata:

Sahabat Utsman bin Affan menjelaskan:

Sayyidina Ali bin Abu Tholib berkata:

Lengkap sudah kiranya dalil penjelas mengenai perayaan maulid Nabi yang telah ditegaskan oleh empat sahabat penerus perjuangan Nabi yang jelas-jelas hidup bersama-sama Nabi saat masih hidup.

Sayyidina Abu Bakar berjanji akan menjadi teman setia di surga bagi para umat Islam yang mau berinfak untuk perayaan maulid Nabi.

Sayyidina Umar menegaskan bahwa salah satu cara menghidupkan Islam adalah dengan merayakan maulid Nabi. Ini menjadi anti tesa bahwa jika maulid Nabi dilarang, sama dengan membunuh Islam.

Sayyida Utsman juga telah memberikan penguatan bahwa pahala infaq untuk maulid Nabi setara dengan berjuang saat perang di jaman Rasulullah.

Sedangkan Sayyidina Ali menandaskan betapa iman itu penting untuk tetap dipertahankan hingga akhir hayat. Dan salah satu jaminan keimanan itu adalah dengan perayaan maulid Nabi--dimana dengan perayaan maulid Nabi manusia tidak akan meninggalkan dunia kecuali dalam kondisi beriman.

Semoga tulisan singkat ini menjadi ibrah bagi setiap muslim dalam rangka memantapkan perayaan maulid dalam yang berdasar pada syariat Islam. Merayakan maulid Nabi sama dengan menghidupkan Islam. Jangan pernah padamkan maulid Nabi kalau Islam ingin hidup selamanya. [nuol/M Rikza Chamami].[]Sumber:inilah

Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor Studi Islam & Dosen UIN Walisongo

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.