24 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jokowi dan Prabowo Jadi Korban Politisasi Agama

...

  • portalsatu.com
  • 30 December 2018 09:30 WIB

MOMENTUM perayaan natal tahun 2018 ini menyisakan masalah serius yang dihadapi masing-masing kandidat tak lain soal politisasi agama. Klaim satu kandidat tidak mempolitisasi agama dan sebaliknya, terbantahkan. Faktanya, kedua kandidat menjadi korban politisasi agama.

Materi kampanye Pemilu Presiden 2019 ini sungguh memprihatinkan. Komitmen untuk tidak menjadikan agama sebagai materi kampanye politik dalam Pemilu 2019 ini gagal total. Seluruh kandidat presiden sama-sama menjadi korban politisasi agama. Jika tak dihentikan, polarisasi masyarakat dengan sentimen agama akan semakin membesar.

Gejala politisasi agama sejatinya telah muncul jauh sebelum perayaan natal 2018. Seperti pada November lalu, wacana para capres untuk menjadi imam salat telah merusak ritme kampanye yang cerdas dan bernas.

Sayangnya, wacana imam salat justru dinikmati oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Seperti saat Jokowi bekrunjung di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang Jawa Timur, secara demonstratif Jokowi menjadi imam shalat dzuhur.

Di saat bersamaan, tantangan terhadap Prabowo kian mencuat untuk menjadi imam shalat. Untungnya, Prabowo tak larut dalam lomba kesalehan itu. Secara terbuka Prabowo mengakui jika dirinya tak mahir di bidang ilmu agama. Untuk apa saya bohong, untuk apa saya berpura-pura, aku Prabowo.

Kontestasi shalat mereda, persoalan politisasi agama kembali mencuat seiring menjelang perayaan natal 2018 beberapa waktu lalu. Prabowo Subianto, tokoh yang paling banyak mendapat serangan politisasi agama di isu ini. Seperti tudingan Prabowo seorang muallaf hingga Prabowo dituding ikut perayaan natal. Tudingan yang muncul bermula dari video yang beredar luas di publik. Prabowo dituding mengikuti perayaan peribadatan natal.

Video yang mulanya muncul di Instagram Story milik keponakan Prabowo Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ini terklarifikasi bukanlah kegiatan yang masuk dalam rangkaian peribadatan. Pak Prabowo hadir setelah ibadah pada saat kami ada makan malam bersama sanak saudara, sebut Sara yang juga anggota VIII DPR RI ini.

Polemik video Prabowo mereda, giliran pasangan nomor urut 01 Maruf Amin yang ucapan natalnya dipersoalkan publik. Video ucapan natal Maruf disandingkan dengan pemberitaan yang terbit pada 2012 soal larangan dari MUI agar warga muslim tidak mengucapkan ucapan selamat natal. Kala itu, Maruf menjadi Ketua Komisi Fatwa MUI.

Tak sekadar menghadirkan dua peristiwa yang paradoksal, video Maruf itu juga dimutilasi dengan perubahan kostum yang semula memakai busana khas Ma'ruf yakni sarung dan baju koko, diubah menjadi pakaian ala Sinterklas. Belakangan, pengubah kostum Ma'ruf dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Mereda polemik soal ucapan Ma'ruf soal perayaan natal, foto Jokowi meresmikan patung Yesus Memberkati beredar. Kegiatan Presiden yang dilakukan pada akhir pekan lalu dilakukan di Makale, Toraja Sulawesi Selatan.

Sandiaga Uno juga tak luput mendapat serangan soal agama. Pembingkaian berita berupa tangkapan layar saat Sandi meresmikan gereja ketika menjabat Wagub DKI Jakarta disandingkan dengan pemberitaan Jokowi meresmikan sejumlah masjid juga mencuat ke publik.

Bulan Desember ini tergolong tinggi politisasi agama yang menimpa masing-masing kandidat. Klaim sepihak tidak mempolitisasi agama terbantahkan. Nyantanya masing-masing pihak telah menjadi korban politisasi agama. Sebaiknya semua pihak menahan diri untuk tidak menjadikan isu agama sebagai bahan kampanye hitam bagi kandidat satu dengan lainnya.[] Sumber: inilah

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.